Rudenim Manado gelar Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja serta Pembinaan Mental Pegawai, Kakanwil ingatkan kejar WBBM

0
92

(Vibizmedia – Nasional) Minahasa (25/06) – Mobilitas orang asing di Indonesia sangat banyak dan bermacam-macam, salah satunya adalah pencari suaka yang masuk ke Indonesia tanpa dokumen keimigrasian. Dalam penanganan pelanggaran keimigrasian dan untuk menampung para pencari suaka tersebut maka dibentuklah Rumah Detensi Imigrasi guna memberikan pemenuhan hak asasi manusia bagi mereka. Dalam menunjang pelaksanaan tugas dan fungsinya Rudenim melakukan program-program yang terstruktur baik bagi Warga Deteninya maupun Pegawai/Petugasnya, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Rumah Detensi Imigrasi Manado yaitu pelaksanaan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja serta Pembinaan Mental Pegawai Yang digelar di Mercure Manado Tateli Resort and Convention.

Ditandai dengan pemukulan Tatengkoran, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara, Lumaksono membuka secara resmi kegiatan tersebut sekaligus membawakan sambutannya. Menurut Kakanwil, Rudenim Manado yang saat ini sedang bekerja keras memperbaiki dan meningkatkan kinerja serta layanannya kepada masyarakat sekaligus dalam upayanya mencapai tujuan menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) diperlukan monitoring dan evaluasi yang berkala.

Dalam kegiatan yang dihadiri juga oleh Kepala Bagian Umum, Veiby Koloay selaku Plh Kepala Divisi Administrasi, dan Kepala Bagian Program dan Humas, Noldy Sahabati ini, dirangkaikan pula dengan penandatanganan MoU antara Kepala Rudenim Manado, Habiburahman dengan Ketua Mejelis Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPDI) Manado, Yvone Awuy Lantu tentang Pelayanan Peribadahan Oikumene dan kemanusiaan bagi Deteni yang disaksikan langsung oleh Kakanwil. MoU ini dilakukan dalam rangka adanya hubungan baik yang telah dibangun selama lebih dari 10 tahun antara GPDI Manado dengan Rudenim khususnya dalam melakukan Pelayanan Kerohanian bagi Warga Binaan maupun Pegawai.

Kakanwil mengapresiasi adanya MoU ini karena dapat menjadi salah satu perubahan baik dalam hal pelayanan bagi warga binaan yang sangat dibutuhkan mereka dalam hal pembinaan kerohanian. Selain itu hal ini pula merupakan langkah baik dalam mencapai tujuan WBBM.

Pada Laporan Kegiatan yang dibacakan oleh Ketua Panitia, diketahui juga bahwa Rudenim Manado dalam menunjang kinerjanya telah bekerjasama dengan beberapa pihak. Selain dengan GPDI Manado, dalam kegiatan tersebut Rudenim memberikan Piagam Penghargaan dan Plakat pada beberapa pihak yakni Konsulat Jenderal Filipina yang diterima oleh Konsultan Muda, Manuel Ayap dan Bank Syariah Indonesia yang diterima oleh Pimpinan Cabang Kairagi Manado.

Sumber : Humas Kanwil Sulut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here