Monitoring 2 UPT Keimigrasian, Kakanwil Sempatkan Tanam Pohon di Kanim Kupang

0
86

(Vibizmedia -Nasional) Kupang – Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone melakukan monitoring pada dua UPT Keimigrasian di Kota Kupang, Jumat (25/06/2021). Masing-masing Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Kupang dan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang. Mengawali monitoring di Kanim Kupang, Marciana yang disambut Kepala Kanim Kupang, Darwanto beserta jajaran juga menyempatkan untuk menanam pohon.

Sedikitnya ada tiga bibit pohon salam yang ditanam Marciana di halaman Kanim Kupang. Ketiga pohon tersebut diharapkan tumbuh dengan baik sehingga dapat menambah kesan asri. Usai melakukan penanaman pohon, Marciana lalu memantau pelayanan publik di Kanim Kupang. Satpam yang berada di garda terdepan diingatkan untuk menerapkan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun).

“Saat ada tamu datang, disapa, tanya namanya dan apa yang bisa dibantu. Tamu dipandu mengisi buku tamu dan langsung diantarkan ke dalam,” ujarnya.

Di dalam kantor, lanjut Marciana, Duta Layanan harus sudah siap menerima tamu yang datang. Duta Layanan wajib mencatat identitas diri, alamat, dan nomor telepon tamu sebelum mengarahkan mereka pada layanan yang dituju. “Tujuannya untuk mengecek kembali layanan kita sudah diterima atau belum,” jelasnya.

Marciana juga menyampaikan beberapa catatan penting terkait fasilitas untuk mendukung pelayanan publik di Kanim Kupang. Diantaranya, tempat bermain anak agar tidak ditempatkan di dekat tangga atau pintu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kemudian, perlu dibuatkan jalur khusus untuk ibu hamil dan menyusui, penyandang disabilitas, dan tamu yang berkebutuhan khusus. Tak ketinggalan, masalah kebersihan kantor harus menjadi perhatian Kanim Kupang.

“Papan petunjuk layanan dan alur-alur pelayanan semuanya harus dipasang di depan sehingga tamu tidak kebingungan,” imbuhnya.

Disisi lain, Marciana mengapresiasi Kanim Kupang sudah menyiapkan kompensasi layanan bila petugas terlambat memberikan paspor atau ada komplain dari tamu pada saat melayani. Termasuk telah menyiapkan fasilitas seperti snack corner dan perpustakaan.

Sementara di Rudenim Kupang, Marciana memotivasi Kepala Rudenim Kupang, Heksa Asik Soepriadi beserta jajaran agar memiliki semangat untuk membangun zona integritas menuju WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi). Hal itu ditunjukkan dengan integritas, niat, dan ketulusan hati dalam bekerja. Atasan di Rudenim Kupang harus memastikan pembagian kerja sudah jelas dan setiap pegawai bekerja sesuai dengan jurnal harian yang dibuat. Paling tidak, ada evaluasi kinerja yang dilakukan rutin setiap tahun.

“Jurnal jangan mengarang indah, lihat SKP dan data dukungnya. Kalau bekerja tidak sesuai jurnal, maka tunjangan kinerjanya dipotong walaupun dia masuk kantor,” ujarnya.

Sementara di Rudenim Kupang, Marciana memotivasi Kepala Rudenim Kupang, Heksa Asik Soepriadi beserta jajaran agar memiliki semangat untuk membangun zona integritas menuju WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi). Hal itu ditunjukkan dengan integritas, niat, dan ketulusan hati dalam bekerja. Atasan di Rudenim Kupang harus memastikan pembagian kerja sudah jelas dan setiap pegawai bekerja sesuai dengan jurnal harian yang dibuat. Paling tidak, ada evaluasi kinerja yang dilakukan rutin setiap tahun.

Marciana menambahkan, atasan agar menjadi role model termasuk dalam hal kedisiplinan. Seperti rajin mengikuti apel, tertib administrasi bila tidak masuk kantor karena ijin atau sakit, hingga tertib mengenakan pakaian dinas sesuai dengan hari pada saat itu. Ada reward dan punishment yang mesti diberlakukan untuk seluruh pegawai agar mau berubah ke arah lebih baik. Selain masalah kedisiplinan, Marciana juga meminta jajaran Rudenim Kupang untuk meningkatkan lagi kebersihan kantor, mengoptimalkan kinerja Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan menyiagakan satpam di pintu masuk. (Humas/rin)

Sumber ; Humas Kanwil NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here