Sidak Tiga UPT PAS, Marciana : Buat Inovasi untuk Percepat Layanan

0
82

(Vibizmedia – Nasional) Kupang – Kanwil Kemenkumham NTT beserta UPT di dalamnya terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bukan hanya terkait dengan pemenuhan data dukung dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Tapi juga untuk memastikan masyarakat telah mendapatkan pelayanan prima dari jajaran Kantor Wilayah dan UPT. Terkait hal ini, Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone melakukan sidak pada tiga UPT Pemasyarakatan (PAS) di Kota Kupang, Jumat (25/06/2021).

Tiga UPT PAS yang menjadi sasaran sidak, masing-masing Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kupang, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kupang, dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang. Di LPKA Kupang, Marciana meminta agar dibuat inovasi unggulan yang membumi dan memang belum pernah ada sebelumnya. Kemudian setiap inovasi harus dipastikan memiliki SOP dan manual book. Untuk saat ini, SOP yang ada termasuk SOP turunan dari unit eselon I juga sudah harus dievaluasi.

“Inovasi dibuat untuk percepatan pelayanan,” tegasnya. Menurut Marciana, inovasi yang bisa dikembangkan adalah penyelenggaraan assesment melibatkan pihak terkait seperti psikolog. Dari hasil assesment itu dapat diketahui minat dan bakat anak didik pemasyarakatan di LPKA sehingga dapat diambil langkah tindak lanjut. Hal lainnya, Marciana meminta jajaran LPKA lebih meningkatkan kebersihan dan memperhatikan penataan taman. Selain itu, membuat papan informasi atau petunjuk yang jelas terkait kawasan tanpa rokok, parkir tamu, hingga nama-nama fasilitas seperti toilet dan tempat untuk mencuci tangan.

“Maklumat pelayanan taruh di depan lengkap dengan jenis pelayanan dan alur-alurnya,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Marciana saat melakukan sidak di Rupbasan Kupang. Masalah kebersihan dan papan informasi atau petunjuk menjadi hal penting yang harus diperhatikan dan segera dibenahi. Tak hanya itu, pendataan benda sitaan negara yang ada di Rupbasan juga harus dilakukan. Jajaran Rupbasan diminta berkoordinasi dengan Kejaksaan terkait status hukum benda sitaan agar dapat diambil langkah-langkah tindak lanjut, apakah dengan cara dilelang ataupun dimusnahkan.

Sementara di Lapas Kupang, Marciana menyapa warga binaan pemasyarakatan (WBP) langsung ke blok-blok tahanan. Selain itu juga memantau aktivitas di kantor, dapur, klinik, hingga cafe yang ada di Lapas. Secara umum, Marciana mengapresiasi kondisi Lapas yang bersih dan tertata dengan baik. Dapur termasuk makanan yang disediakan untuk WBP pun telah memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. Hanya satu yang menjadi catatan terkait larangan merokok di dalam blok.

“Merokok boleh di tempat yang disediakan, harus di ruang terbuka. Tidak boleh ada yang merokok di dalam blok,” tegasnya. (Humas/rin)

Sumber : Humas Kanwil NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here