Kasus Baru Covid-19 Melonjak, 5 Saham Ini Malah Masuk Top Gainers Sepekan

0
129

(Vibizmedia – IDX Stocks) – Sepanjang bulan ini, penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia semakin pesat hingga beberapa kali mencetak rekor kasus harian baru tertinggi sejak awal pandemi.

Namun, di tengah kasus baru Covid-19 yang terus menembus rekor, terdapat 5 saham yang malah berhasil melonjak dalam sepekan lalu.
Saham-saham tersebut berasal dari sejumlah sektor, mulai dari gas industri, rumah sakit hingga perbankan.

Gerak 5 Saham Top Gainers Sepekan

1 Aneka Gas Industri AGII – Harga Penutupan – 1,405 Naik – 37.75%
2 Sarana Meditama Metropolitan SAME – Harga Penutupan –  675 Naik – 29.81%
3 Bank Panin Dubai Syariah PNBS – Harga Penutupan –  154 – Naik 23.20%
4 Bumi Resources Minerals BRMS – Harga Penutupan – 107 – Naik 22.99%
5 Bank Rakyat Indonesia Agroniaga AGRO – Harga Penutupan –  2,640 – Naik 21.03%
*Harga per 25 Juni 2021
Source: BEI, RTI

Bila menilik data atas, saham emiten produsen gas industri yang dikuasai oleh Grup Samator, AGII, menjadi yang paling melonjak dengan kenaikan mencapai 37,75% ke Rp 1.405/saham. Saham AGII sempat menyentuh auto rejection atas (ARA) 25% pada Senin (21/6) pekan lalu.

Sentimen pendorong kenaikan saham AGII baru-baru ini ialah terkait kian tingginya permintaan baik dari rumah sakit maupun fasilitas kesehatan terhadap tabung gas oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Penjualan gas untuk medis meningkat hingga 50% selama beberapa hari pada pekan lalu. Meningkatnya permintaan tersebut membuat industri harus bergerak cepat dalam memenuhinya.

Informasi saja, kapasitas produksi gas oksigen di Indonesia mencapai 650 juta ton per tahun, sebanyak 300 juta ton per tahun terintegrasi dengan pengguna. Saat ini utilisasi rata-rata industri gas oksigen sekitar 80% karena sangat tergantung lokasi. Untuk tahun ini, hingga Juni 2021 tercatat sudah ada tujuh juta liter oksigen yang dipesan.

Dari pantauan layar RTI pukul 09:52 WIB, harga saham AGII pagi ini juga masih bergerak positip, telah melonjak 4.63% atau 60 poin ke harga Rp.1470 per lembar, naik dari harga penutupannya akhir pekan lalu yakni di Rp.1405 per lembar.

Selain saham AGII, saham pengelola jaringan rumah sakit (RS) Omni Hospitals PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) juga melonjak sepekan hingga 29,81%. Saham SAME tercatat sudah mencetak reli penguatan selama 6 hari beruntun.

Kenaikan saham emiten yang baru saja dicaplok oleh Grup Emtek alias PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) bersamaan dengan sejumlah emiten pengelola RS lainnya.

Setelah lonjakan besar akhir pekan lalu, saham SAME bergerak turun pada pukul 09:53 WIB, lebih rendah 0.74% atau 5 poin ke harga Rp.670 per lembar, dimana harga saham ini akhir pecan lalu ditutup di harga Rp.675 per lembar.

Saham pengelola RS Mayapada PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), misalnya, melonjak 53,36% dalam seminggu. Kemudian, saham pemilik RS Hermina PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) juga membukukan reli kenaikan selama 7 hari beruntun, dengan total lonjakan selama sepekan mencapai 12,92%.

Kemudian, saham emiten pertambangan Grup Bakrie BRMS melesat selama pekan lalu, seiring beredar kabar di kalangan pelaku pasar soal masuknya Grup Salim ke saham tersebut. Sebenarnya, isu tersebut sudah terdengar sejak beberapa bulan lalu.

Sebagai informasi, perusahaan menggelar rights issue pada April lalu. Usai rights issue, menurut keterbukaan informasi di website BEI pada 9 April 2021, terdapat investor baru BRMS, yakni sebuah perusahaan asal Kepulauan Cayman Emirates Tarian Global Ventures SPC, yang menggenggam 10,91% saham BRMS dari sebelumnya nihil alias 0%.

Sementara, menurut data per 31 Mei 2021, Emirates Tarian memiliki 12,33% saham BRMS.
Pada layar RTI pukul 09:55 WIB, pergerakan saham BRMS pagi ini terpantau naik ke harga Rp.108 per lembar, lebih tinggi 1 poin dibandingkan posisi penutupannya yakni di Rp.107 per lembar.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here