Menteri Suharso akan Hadiri G20 di Italia Bicarakan SDGs

0
48
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: BAPPENAS

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa akan menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri G20, 2021 Development Working Group, yang akan berlangsung dari tanggal 29-30 Juni 2021 di Matera dan Brindisi, Italia.

Pertemuan gabungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pembangunan G20 untuk pertama kalinya diselenggarakan di dalam sejarah G20, yaitu pada Presidensi G20 Italia tahun 2021. Pertemuan ini sejalan dengan ambisi Presidensi Italia yang menempatkan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai inti dari agenda utama.

Kedua, pertemuan ini bertujuan untuk menghimpun arah politik mengenai peran G20 dalam mendukung respon terhadap krisis ketahanan pangan di negara-negara berkembang untuk mencapai tujuan SDG 2 yaitu Zero Hunger pada tahun 2030.

Pertemuan ini akan menyepakati Matera Declaration yang berisikan kesepakatan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pembangunan G20 untuk memprioritaskan ketahanan pangan, nutrisi, dan sistem pangan, di dalam 7 area aksi utama.

Ketujuh hal tersebut antara lain, meningkatkan investasi berkatalis untuk ketahanan pangan sebagai bagian dari dana darurat untuk upaya pemulihan Covid-19, mempercepat adaptasi sistem pertanian dan pangan terhadap perubahan iklim, menjaga arus perdagangan pangan internasional tetap terbuka sambil memperkuat rantai pasok lokal yang terdiversifikasi untuk makanan segar dan bergizi, memperluas program dan langkah-langkah perlindungan sosial, mempromosikan pendekatan one health yang holistik berbasis sains, melaksanakan pemberdayaan perempuan dan pemuda di desa-kota, dan mendukung food coalition, yang merupakan inisiatif Presidensi G20 Italia, sebagai aliansi global untuk memicu aksi yang terkoordinasi untuk ketahanan pangan global, melengkapi inisiatif global yang telah ada.

Bahasan dalam pertemuan ini antara lain mengenai situasi global terkait ketahanan pangan. Pandemi Covid-19 telah memperburuk krisis ketahanan pangan di banyak negara berkembang, Tujuan Global untuk mencapai Zero Hunger mungkin tidak tercapai sesuai target pada tahun 2030. Menurut proyeksi FAO, bahkan sebelum Covid-19, lebih dari 840 juta orang diproyeksikan menderita kelaparan pada tahun 2030. Krisis Covid-19 dapat menambah 100 juta orang lagi ke dalam angka kekurangan gizi di dunia.

Bahasan lainnya adalah mengenai respons yang diharapkan dari G20, antara lain G20, melalui Development Working Group, dapat memimpin masyarakat internasional untuk mengatasi krisis ketahanan pangan dari akar penyebabnya.

Berikutnya, G20 harus mengadopsi pendekatan yang komprehensif dan mengkombinasikan aksi tanggap darurat jangka pendek dengan strategi jangka panjang. Terakhir, G20 harus bertindak cepat dalam memobilisasi komunitas internasional untuk mengakhiri kelaparan dan membangun sistem pangan yang tangguh di negara berkembang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here