Review Pasar Mingguan Untuk Kopi, Gula dan Kakao

0
105

(Vibizmedia– Commodity) – Harga kopi, gula dan kakao mengakhiri minggu lalu dengan kenaikan harga, berharap pada minggu depan di awal bulan harga masih akan naik berharap ada peningkatan permintaan.

Pada penutupan pasar hari Jumat 25 Juni 2021 harga soft commodities semua naik , dengan harga kopi Arabika naik , panen di Brazil berlangsung lebih lambat dan harga kopi Robusta naik, harga gula naik karena menaikan harga minyak mentah dan harga kakao naik dari harga terendah 7 bulan.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik setelah Safras & Mercado melaporkan pada hari Kamis bahwa panen kopi Brazil di 2021/22 sudah selesai 40% sampai 22 Juni, lebih lambat dari tahun lalu pada periode yang sama sebesar 41% dan lebih rendah dari rata-rata 5 tahun sebesar 44%.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat naik karena meningkatnya harga minyak mentah 2 1/2 tahun tertinggi sedangkan Real Brazil melemah kembali ke harga dibawah kurs tertinggi 1 tahun, melemah 1.1% membuat kenaikan harga gula dibatasi.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat naik karena pembelian di akhir minggu yang membuat harga kakao naik dari harga terendah 7 bulan di New York dan di London naik dari harga terendah 5 1/2 bulan, walaupun tren penurunan harga masih terjadi akibat melimpahnya persediaan kakao di Ivory Coast.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika September naik $4.40 (2.87%) menjadi $157.80, dan harga kopi Robusta September di ICE London naik 1.76%.

Faktor penggerak pasar Kopi

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167.584 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.0196 juta kantong dari surplus 4.506 juta kantong di 2019/20.
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun menjadi 48.8 juta kantong menurut CONAB.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan turun 18% dari tahun lalu menjadi 28.35 juta kantong menurut Safras & Mercado
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulan Mei turun 52 % dari tahun lalu menjadi 427,000 kantong akibat pemblokiran jalan
  • Produksi kopi Arabika global di Oktober – Maret naik 3.5% menjadi 65.4 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Mei 2021 turun 12% dari tahun lalu menjadi 715,263 MT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS di bulan Mei turun 14.7% dari tahun lalu menjadi 5.815 juta kantong menurut the Green Coffee Association.Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $ 149 dan berikut ke $146 sedangkan resistant pertama di $ 158 dan berikut ke $ 159.

    GULA
    Harga gula Oktober naik 7 sen (0.41%) menjadi $17.31 dan harga gula Agustus di London naik 0.23%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( Oktober/ September) akan turun 0.2% dari tahun lalu menjadi 169.2 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 3,1 MMT dari surplus 900,000 di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 5.7% dari tahun lalu 38.9 MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT dari perkiraan Desember sebesar 41.8 MMT menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India dari 1 Oktober – 15 Juni akan meningkat 13% dari tahun lalu menjadi 30.57 MMT dari 27.01 MMT di tahun lalu menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 mencapai rekor 6.8 MMT menurut Balrampur Chini, produsen gula terbesar ke dua di India.
  • Produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember – 15 Maret turun 8.2% dari tahun lalu menjadi 7.5 MMT Menurun The Thailand’s Office of Cane & Sugar Board .
  • Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 4% menjadi 14.5MMT menurut Suedezucker produsen gula terbesar di Uni Eropa

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $16.90 dan berikut ke $16. 70 sedangkan resistant pertama di $17.60 dan berikut ke $17.90

KAKAO
Harga kakao September di ICE New York naik $36 (1.54%) menjadi $2,380 per ton dan harga kakao September naik 0.81%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 6.3% dari tahun lalu menjadi 5.024 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 3% dari tahun lalu menjadi 4. 809 MMT menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 165,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,320 dan berikut ke $2, 300 sedangkan resistant pertama di $2,410 dan berikut ke $2, 450.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here