Hadiri G20, Suharso: Indonesia Siap Berkontribusi dalam Food Coalition

0
64
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menghadiri Pertemuan Gabungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pembangunan G20, yang diselenggarakan di Palazzo Lanfranchi Italia, pada Selasa, 29 Juni 2021. FOTO: BAPPENAS

(Vibizmedia-Nasional) Dalam Pertemuan Gabungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pembangunan G20, yang diselenggarakan di Palazzo Lanfranchi Italia, Selasa, 29 Juni 2021, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menekankan empat hal penting dalam perekonomian. Pertama, kaum miskin dan rentan harus tetap menjadi fokus semua pihak, karena kelaparan dan kekurangan gizi mempengaruhi mereka yang paling miskin.

“Dengan demikian, Indonesia berbesar hati bahwa, meskipun ada pandemi, kita berhasil mengurangi kerawanan pangan dari 8,66% pada 2017 menjadi 5,12% pada 2020,” jelas Suharso.

Menurut Suharso, Karawanan pangan tersebut akibat dari perluasan bantuan sosial dan manfaat bagi kelompok rentan dan penyederhanaan impor pertanian.

“Kita juga harus memperkuat mata pencaharian petani kecil yang sangat penting untuk pasokan pangan yang berkelanjutan. Termasuk, melalui pemberdayaan perempuan dan pemuda di bidang pertanian,” lanjut Suharo.
Kedua, ia menilai menggandakan usaha saja tidak cukup, dan harus ditingkatkan secara eksponensial.

“Kita perlu mengatasi akar masalahnya khususnya kemiskinan, kapasitas produksi, infrastruktur, dan logistik. Kita perlu mengatasi faktor-faktor yang memperkuat seperti perubahan iklim, dan kita perlu mengatasi dampak pandemi , termasuk penurunan daya beli,” ucap Suharso.

Suharso juga menjelaskan, diperlukan pendekatan yang komprehensif bersama dengan kerja sama internasional yang lebih kuat, untuk memajukan tindakan inovatif dan berdampak, termasuk transfer teknologi dan transformasi digital, dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk future shocks.

Ketiga, Suharso menegaskan, G20 harus menjadi katalisator kemajuan dan memimpin dengan langkah-langkah yang cepat dan efektif.

“Deklarasi Matera harus dilaksanakan secara efektif melalui kemitraan nyata, tindakan nyata,dan investasi nyata,” ujar Suharso.

Terakhir, Suharso mengemukakan bahwa Indonesia menyambut baik inisiatif Food Coalition dan siap berkontribusi bersinergi dengan inisiatif global terkait lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here