Artificial Intelligence Dalam Mendukung Peningkatan Kinerja Keuangan Daerah

0
532
(Photo:Kemenkeu)

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Keuangan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Penerapan Artificial Intelligence sebagai Financial Advisor (AIFA) bagi Pemerintah Daerah milik Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) menjadi inovasi yang diusung sebagai upaya mendukung peningkatan kinerja pengelolaan keuangan daerah.

Kementerian Keuangan mengembangkan Artificial Intelligence (AI) yang digunakan untuk mengolah dan melakukan standarisasi data secara otomatis sehingga data dapat disajikan dengan lebih cepat, relevan, dan andal untuk keperluan analisis lebih lanjut. Model AI ini juga melakukan analisis secara real-time dan otomatis untuk menghasilkan financial advice bagi pemerintah daerah (Pemda) yang disajikan melalui Dashboard Financial Advisor.

“Artificial Intelligence pada masa yang akan datang tentu akan memberikan dampak karena kita bisa melakukan analisis dengan jauh lebih cepat, dengan jauh lebih akurat, dengan melihat secara keseluruhan dari apa yang dilakukan dalam APBD dan menghubungkan dengan apa yang harusnya dilakukan di tingkat pusat,” ujar Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara secara daring, Rabu (30/06).

Penerapan AIFA memberikan manfaat bagi pemerintah pusat maupun daerah. Salah satunya peningkatan kinerja pengelolaan keuangan pusat dan daerah yang terlihat dari percepatan penyusunan Laporan Konsolidasian dan Government Finance Statistics (GFS) yang mendukung pembuatan kebijakan dan transparansi fiskal.

AIFA juga mendorong peningkatan kualitas pengelolaan APBD, termasuk keberhasilan realokasi dan refocusing APBD selama pandemi Covid 19 pada tahun 2020.

“Melalui AIFA, tahun lalu pemerintah pusat dan daerah bisa berkolaborasi untuk refocusing anggaran Pemda. Misalnya untuk mendukung belanja kesehatan, belanja social safety net, maupun untuk pemulihan ekonomi nasional,” kata Sudarto, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi.

Lebih lanjut, AIFA membantu optimalisasi kas daerah dari Rp102 triliun di akhir tahun 2019 menjadi Rp94 triliun di akhir tahun 2020.

“Terkait dengan pengelolaan kas dengan forecasting yang lebih baik, tahun lalu saldo kas di Pemda bisa dioptimalkan turun sekitar 8,18% dibandingkan saldo kas sebelumnya,” ujar Sudarto.

Inisiasi pemanfaatan AI di pemerintahan merupakan upaya mewujudkan data-driven culture dalam pengambilan kebijakan (evidence-based policy).

“AIFA tidak langsung menghasilkan kebijakan, tapi AIFA adalah alat untuk menghasilkan kebijakan yang lebih baik,” tutup Wamenkeu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here