Dorong IKM Pasok Pasar Lokal dan Global, Kemenperin Siapkan Penyediaan Bahan Baku

0
424
UMKM
Ilustrasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. FOTO: KEMENKEU

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian memberikan dukungan berupa program bimbingan dan fasilitasi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar makin produktif dan berdaya saing.

“FGD ini untuk menjabarkan seberapa besar potensi pasar yang bisa diraup pelaku IKM, dan sejumlah tantangan yang harus dihadapi IKM belakangan ini,” terang Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih dalam keterangannya, pada Selasa, 13 Juli 2021.

Sebelumnya, pada Senin (12/7), Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin menggelar Focus Group Discussion secara daring dengan tema Peluang Pasar dalam Negeri dan Ekspor Produk IKM Pangan di Provinsi Jawa Timur guna memacu IKM supaya bisa memasok kebutuhan pasar lokal dan global.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas IKM adalah mempermudah pemenuhan kebutuhan bahan baku atau penolong dari pasar luar negeri dengan menyiapkan pusat penyedia bahan baku. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian, sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, importasi untuk IKM yang tidak dapat melaksanakan importasi sendiri dapat dilakukan oleh Pusat Penyedia Bahan Baku atau Bahan Penolong yang memiliki Angka Pengenal Importir Umum (API-U). Impor dibuktikan dengan kontrak pemesanan dari IKM yang dimaksud.

Gati mengungkapkan pemerintah berusaha menjamin ketersediaan bahan baku selama setahun, agar tidak menjadi hambatan dalam proses produksi. Alasan ini pula yang mendasari Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 mengenai Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional.

Menurut Gati, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kemenkop UKM, serta asosiasi untuk memantau kebutuhan gula bagi IKM yang harus menggunakan gula rafinasi.

“Supaya semuanya dapat tercukupi dengan baik,” ujarnya.

Sementara Ketua GAPMMI Adhi Lukman mengatakan kebutuhan bahan baku gula untuk IKM pangan termasuk industri makanan dan minuman di Jawa Timur terjamin aman hingga akhir tahun. Industri Kecil Menengah yang kesulitan mendapatkan bahan baku gula dapat berkoordinasi dengan tim GAPMMI agar produksi tetap lancar.

“Industri gula rafinasi menyatakan sanggup memenuhi seluruh permintaan industri,” jelasnya.

Adhi juga mendorong IKM pangan Indonesia agar segera menangkap peluang pasar dengan meningkatkan kualitas produk.

“Saat ini semakin banyak IKM yang berubah untuk memenuhi standar regulasi, dan mulai memproduksi makanan yang menyehatkan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here