Satgas Covid-19: Per Juli, Indonesia Sudah 4 Kali Melampaui Standar Testing WHO

0
297
Ilustrasi PCR Test. FOTO: KEMENPANRB

(Vibizmedia-Nasional) Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut perkembangan angka testing (pemeriksaan) Covid-19 dalam setiap harinya menunjukkan angka yang dinamis. Dimana dalam melihat perkembangan data testing harian belum dapat menunjukkan gambaran secara menyeluruh kondisi testing secara nasional.

Menurutnya, untuk bisa melihat gambaran kondisi angka testing secara menyeluruh, harus dilihat secara mingguan yang juga direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

“Karena jika dilihat secara harian, akan sangat dinamis naik turunnya,” jelas Prof Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB secara virtual, pada Kamis, 22 Juli 2021.

Dalam hal angka testing, per pekan ketiga Juli 2021, Indonesia sudah 4 kali melampaui standar testing yang ditargetkan WHO. Dan kedepan, target nasional terkait testing mengedepankan prinsip prioritas yaitu mendahulukan suspek dan kontak erat dari kasus terkonfirmasi.

Hal ini bertujuan untuk menurunkan angka positivity rate nasional yang sampai minggu ketiga Juli mencapai 28,27%. Untuk itu, baik metode PCR dan rapid test antigen terus dioptimalkan dalam kondisi ini.

Sementara, untuk waktu pencapaian target diharapkan tercapai secepatnya. Demi merealisasikannya, pemerintah pusat berkomitmen mendukung Pemerintah daerah dalam mencapai target testing , tracing dan treatment (3T). Karenanya, harus ada kerjasama setiap daerah untuk mencapai rasio target testing yang spesifik di tiap daerah berdasarkan angka positivity rate masing-masing kabupaten kota.

“Sekaligus pemberdayaan posko di tingkat komunitas untuk mencapai target tracing sebanyak 15 kontak per kasus konfirmasi,” tegasnya.

Tantangan terkait testing erat hubungannya dengan penambahan kasus konstan, lanjutnya, dimana rata-rata penambahan kasus harian diatas 10 ribu kasus dalam 1 bulan terakhir. Serta kemunculan varian delta yang telah mencapai 661 kasus di Pulau Jawa-Bali saat ini.

Yang mana, karakteristik varian delta mudah menular dan memberikan tekanan yang cukup besar pada fasilitas penyedia layanan kesehatan. Serta laboratorium dan unsur lain yang menimbulkan keterlambatan pencatatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here