Berbagi Kebaikan: Romeo Julianto Sirait Bagikan Bubur Gratis, Menabur di Masa Sulit

0
632

(Vibizmedia – Gaya Hidup) Pada masa pandemi ini tidak sedikit orang yang mengalami kesulitan dan kesusahan. Sebagian mengalami sakit karena terpapar COVID-19, sebagian lainnya mengalami permasalahan karena PHK, usaha bangkrut dan lainnya. Kabar baiknya adalah ternyata di masa pandemi ini justru bangkit banyak orang Indonesia yang memilih menyingsingkan lengan bajunya dan berbagi kebaikan dengan sesama di dalam kesusahan.

Memberi Makan Yang Papa
Seperti yang dilakukan Romeo Julianto Sirait, seorang pria yang tinggal di Semarang. Sebagai seorang General Manager di sebuah perusahaan yang juga terdampak pandemi, maka sejak Maret 2021 ia memilih membuka usaha sendiri untuk dapat survive yaitu membuka kedai Bubur Ayam Legenda, terletak Jalan Majapahit no 28 F, Semarang. Ia memilih berjualan bubur ayam dengan pemikiran bahwa bubur ayam enak dimakan, apalagi bagi orang yang sakit seperti terkena COVID dan biasanya radang tenggorokan, maka dengan makan yang lembut, dilengkapi daging, telur, banyak proteinnya, pastilah menyehatkan badan.

Sejak awal membuka kedai yang memang terletak di pinggir jalan, ia sering memperhatikan para pemulung, pengemis, tukang badut melintasi jalanan tempat kedainya berada. Saat itulah ia tergerak memberi mereka makan bubur gratis dan itulah yang akhirnya dilakukannya setiap hari. Hingga hari ini, ia selalu menyiapkan 20-30 porsi yang diberikan gratis bagi mereka.

Bubur ayam yang siap untuk dikirimkan (Foto: Koleksi pribadi)

Mengirim Bubur Gratis Kepada Yang Isoman
Sampai pada suatu hari di awal Juli 2021, saat PPKM baru dimulai, hatinya tergugah saat membaca berita mengenai pasien COVID yang melakukan isoman meninggal. Ia membayangkan bagaimana mereka jika mereka tidak dirawat, tidak ada yang melihat atau tidak ada yang memberikan makanan.

Akhirnya ia memutuskan untuk melakukan sesuatu, yaitu mengirimkan bubur gratis kepada mereka yang isoman. “Harapan saya yang isoman ini bisa cepat sembuh, awalnya itu saja saya ingin pasien-pasien isoman ini cepat sembuh,”jelasnya saat ditanyakan juga mengapa terpikir untuk mengirimkan bubur gratis.

Maka dia mengirimkan pesan WhatsApp blast ke berbagai grup, seperti grup RT, grup Komsel, juga teman-teman terdekat, yang isinya bagi yang membutuhkan makanan untuk pasien isoman COVID bisa mengirimkan hasil SWAB PCR atau antigen kepadanya, lalu mereka bisa memilih bubur yang mereka mau dan mengirim ojek online untuk mengambilnya. Semua diberikan dengan gratis.

Respon kepada WhatsApp blast yang dia kirimkan sangat luar biasa. Ribuan pesan masuk ke HP sampai ia bingung bagaimana membalasnya satu-satu. Akhirnya maksimal yang bisa dia kirimkan adalah 200 porsi setiap hari, dibagi dalam 2 sesi masing-masing 100 porsi hingga lebih, di pagi harı dari jam 7 hingga jam 10 pagi, dan dari jam 4 sore hingga jam 7 malam. Ada 3 pilihan menu yang dia siapkan yaitu bubur ayam telur, bubur sapi telur dan bubur telur asin.

Dengan senang dan tanpa menghitung untung ruginya, Romeo mengirimkan bubur gratis kepada mereka yang isoman. Hal ini merupakan bentuk dari keperdulian dan keinginan untuk memberi.

Siap mengirimkan bubur ayam gratis (Foto: Koleksi pribadi)

Paling Happy Kalau Mendapat Kabar Pasien Isoman Itu Sembuh

Saat ditanya apa yang paling mengesankan melalui semua yang dia kerjakan ini, jawabannya sangat sederhana, “Yang paling berbahagia adalah saat mereka ngabarin, “Pak, saya sudah sembuh.” Saya happy di situ.” Kegembiraan tulus dari seorang yang sudah berkomitmen untuk memberi dan membantu yang membutuhkan.

Tidak Berhenti Bagi Yang Isoman
Hingga saat ini ia tidak berniat berhenti mengirimkan bubur gratis, meski permintaan sudah mulai menurun karena banyak yang sudah memberitahu dirinya sembuh dan kasus positif di Semarang sudah menurun. Ia menuturkan bahwa masih ada yang menjadi PR selanjutnya, yaitu mereka yang mengalami PHK, yang dirumahkan, yang tidak bekerja dan tidak bisa makan. Ia mempersilahkan mereka bisa menghubungi dan akan dikirim bubur gratis. Bahkan jika orang tersebut sehat bisa mengambill langsung saja di warungnya. Hingga hari ini ia tetap mengirimkan bubur gratis bagi mereka yang memerlukan.

Banyak Orang Baik Ikut Memberi
Romeo juga menuturkan bahwa mendengar apa yang dikerjakannya, banyak orang baik yang ikut memberi, termasuk donasi datang dari luar negeri, seseorang yang mengirimkan uang untuk digunakan dalam program memberi bubur gratis ini.

Bahkan ada juga yang memberikan beras, ada yang memberikan minuman jahe untuk ditambahkan pada kiriman, ada juga yang sengaja memesan bubur dengan porsi yang banyak dan disumbangkan untuk mereka yang isoman. Termasuk Walikota Semarang juga mendukung dan ikut memberikan donasi. Juga Ganjar Pranowo, gubernur Jateng, bahkan menyempatkan memesan 100 porsi bubur untuk stafnya. Ia percaya bahwa ada banyak orang baik di Indonesia.

Saat Ganjar Pranowo mengunjungi kedai (Foto: koleksi pribadi)

Menabur di Masa Sulit
Apa yang menjadi alasan bagi Romeo untuk mengirimkan bubur gratis ini, sementara dia termasuk bagian dari yang terdampak karena pandemi? Ia mengaku bahwa tentulah biaya mengirimkan 200 porsi bubur tidaklah kecil tetapi hal itu bukan persoalan baginya.

“Jadi saya betul… sangat terdampak di pekerjaan, di usaha juga sangat terdampak,” tuturnya. “Tapi saya memilih…. istilah saya, “menabur di masa sulit.” Saya memilih itu.. ’Kan setiap orang punya pilihan. Saya memilih untuk menabur di masa yang sulit ini,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, “Mungkin kalau kita memberi dalam masa yang mudah, dalam kelimpahan, itu mudah. Tapi ketika memberi dalam masa yang terbatas, dalam masa yang sulit, di situ kita diuji. Bisa ‘nggak kita memberi ? Makanya.. saya belajar juga. Bukannya saya sudah mahir, ‘nggak…., saya masih belajar juga.”

Romeo memilih untuk justru menabur di masa yang sulit. Ia menambahkan bahwa ia sebetulnya hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan banyak orang yang lain yang sudah lebih dulu memberi. Di masa yang sulit justru menjadi momen terbaik untuk menabur.

Memberi Menjadi Sebuah Gerakan

Ketika ditanyakan apa yang menjadi harapannya bagi masyarakat Indonesia menyikapi pandemi ini maka ia berharap bahwa seperti apa yang dia lakukan semoga menjadi suatu gerakan yang bisa dikerjakan banyak orang Indonesia.

“ Mudah-mudahan ini jadi gerakan yang istilahnya begini…. Dari apa yang kita punya.. Dari apa yang di tangan kita, kita bisa berikan. Seberapapun itu, itu sangat penting buat mereka, itu sangat berguna, sangat berharga bagi mereka, “ ucapnya.

Berani Memberi, Sekecil Apapun Itu

Interview kami ditutup dengan satu pesan bagi kita semua untuk berani memberi, bahkan sekecil apapun itu, asal kita berikan dengan tulus dan gembira.

Romeo menutup dengan sebuah pesan, “.. Berani saja memberi.. sekecil apapun. Bahkan kalau bahasa saya, es teh manis kalau dikasih ke orang yang sedang haus itu sangat berharga. Jangan pernah mikir, “Aku cuma ngasih segini, apa ya pantas?” Kasih ‘aja kalau memang mau ngasih. Beri ‘aja kalau memang mau memberi. Itu ‘aja sudah. Yang penting hati kita tulus, hati kita senang, itu saja. Happy kita. Itu saja.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here