Berbagi Kebaikan: Rembang Punya Covid Rangers

0
786
DOK: Covid Rangers Rembang

(Vibizmedia-Berbagi Kebaikan) Berawal dari rasa jengkel, campur rasa syukur. Tidak disangka, jadi gerakan sosial. Bersatu-padu, bahu-membahu, bukan hanya bagi kalangan tak mampu, yang terdampak pandemi. Seorang pejabat pemerintahan di Rembang juga turut merasakannya. Di kota yang dijuluki Kota Garam. Tepatnya di Jawa Tengah. Akhirnya, mereka menamakan dirinya “Covid Rangers”, Gerakan Rembang Peduli Pasien Covid-19.

Rendi Teguh Wibowo, salah satu pendiri mengatakan gerakan peduli pasien Covid-19 ini dilatarbelakangi dirinya sendiri, dan keluarga yang pernah terpapar Covid-19 dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Rasa jengkel itu, berawal dari pengalaman tidak enak, diawal Desember 2020, terpapar Covid bersama istri di RSUD Rembang. Saat itu, kebanyakan orang menganggap terpapar Covid, itu aib. Tidak main-main, stigma buruk itu bahkan datang dari lingkar terdekat, keluarga istri. Dari rasa jengkel inilah, muncul ide untuk membuat kaos ke rekannya, Ita, seorang wiraswasta pembuat kaos bersama suaminya Mulat. Pembuatan kaos ini, di awal Januari 2021 lalu, merupakan bentuk protes Rendi yang menggangap pasien Covid itu Aib, Kesadaran stigma yang ditujukan ke-dirinya, Rendi pun berpikir, pasti banyak orang lain juga merasakan hal yang sama.

Upaya Rendi diketahui oleh Miftah, salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Rembang, yang kemudian jadi salah satu pengagas Covid Rangers. Dirinya mengaku terkejut, biasanya orang yang kena Covid diam-diam, tapi malah membuat kaos ‘pernah positif’. Keluar dari RSUD minta Rendi pakai kaos dan direkam olehnya.

Miftah sempat merasakan betapa riwehnya single parent. Sebab, Maya, istrinya, terpapar Covid dan dirawat di rumah sakit. Dari situlah, Miftah merasa ada saudara dan rekan kerjanya yang peduli. Mereka mengirim makanan, bingkisan, dan sebagainya.

“Saya sudah mengalami susahnya menjadi keluarga pasien Covid”, ungkapnya. Disatu sisi, ia juga menemukan fenomena ketidakpedulian kepada pasien Covid, cenderung karena takut. Berawal dari situ, Miftah dan istrinya terketuk untuk ikut bergerak membantu sesama. Bersama dengan Rendi, Mulat dan Ita, mereka dipertemukan dengan satu visi dan misi yang sama.

Dengan bergabungnya, Mulat dan Ita, mereka bisa menggalang dana mandiri, dengan berjualan kaos, yang bertuliskan ‘Pernah Positif’, ‘Covid Bukan Aib’, ‘Physical Distancing’ dan yang berkaitan dengan Covid-19.

Sehari-hari relawan menjalankan misinya untuk mengantarkan logistik dengan merogoh kocek sendiri untuk operasional. Terkadang mereka berperan sebagai ”kurir” gratis. Pasien bisa menghubungi untuk memesan kebutuhan, melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp dan direct message Instagram. Ada yang minta tolong dibelikan minyak kayu putih dan kebutuhan sehari-hari. Paralel dengan itu mereka juga menghantarkan bingkisan berupa vitamin, susu dan lainnya, terkadang ditambahi bakso bahkan sate.

Bagi mereka, melihat para pasien Covid-19 kembali semangat merupakan aset yang akan menjadi super hero. Sebab, merekalah kelak yang akan menjadi pendonor plasma konvaselen. Perjuangan semakin meluas. Kaos berisikan pesan-pesan moral tersebut diperbanyak. Dari penjualan kaos itu, keuntungannya disisihkan untuk membantu pasien Covid, baik yang di rawat di rumah sakit atau isolasi mandiri. Segala kebutuhannya dipenuhi, dengan budget per pasien Rp120 ribu. Mereka yang positif Covid-19 dicari kontaknya, dihubungi, diberikan semangat, motivasi, dan dipenuhi keinginannya dengan uang tersebut.

“Kita belikan kebutuhannya. Ada yang pengen sate ya kita belikan sate. Ada yang butuh pembalut, kita belikan. Intinya tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan, yang paling penting adalah menguatkan pasien agar merasa tidak sendiri,” jelasnya dengan rasa syukur telah membantu sesama.

Awalnya gerakan itu hanya kecil. Tapi ternyata, para pasien Covid-19 yang pernah dibantu, setelah sembuh ikut berdonasi dan bahkan mau jadi anggota relawan. Akhirnya donasi yang terkumpul dan relawan yang bergabung cukup banyak.

Saat ini, ada sekitar 30 anggota relawan Covid Rangers. Setiap hari mengecek ada berapa pasien Covid-19, kebutuhannya apa. Dalam misinya, bukan hanya sekedar mengirimkan paket bantuan, tapi juga interaksi dan menanyakan kabar selalu. Mereka berharap, Covid Rangers semakin berkembang dan memberikan manfaat serta bisa menginisiasi daerah lain untuk bergerak. Sekarang, penjualan kaos terus meningkat, saat Vibizmedia.com menghubungi ada pesanan 300 pcs kaos dari Batam dan wilayah Jawa lainnya, sehingga gerakan ini bisa lebih lagi memberi bantuan bagi pasien Covid-19.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here