Tracing dan Testing, Meningkatkan Kewaspadaan COVID-19 pada Binatang

0
204
Ilustrasi: Harimau Sumatera (Foto: Wikipedia)

(Vibizmedia – Health) Pada tanggal 6 Agustus 2021, sebuah kebun binatang di Kansas City  mulai memvaksinasi binatangnya untuk melindungi hewan dan pengasuhnya dari penyakit COVID-19 karena variannya terus menyebar di wilayah tersebut.  Hewan yang akan menerima suntikan adalah simpanse, orangutan, gorila, singa, harimau, cheetah, dan macan tutul – termasuk di antara spesies yang paling rentan terhadap virus.

Penelitian menunjukkan bahwa vaksin yang bernama Zoetis  itu aman dan lebih dari 11.000 dosis telah didistribusikan ke hampir 70 kebun binatang di 27 negara bagian. Vaksin ini  memang khusus untuk hewan saja dan bukan untuk manusia.

Seiring berkembangnya pandemi COVID-19, kebun binatang termasuk kebun binatang di Indonesia menerapkan protokol untuk menjaga hewan-hewan itu tetap aman. Termasuk kebun binatang Ragunan dimana beberapa hari yang lalu dua ekor harimau disana terkena COVID-19.  Protokol yang harus dijalankan termasuk mengenakan alat pelindung diri yang sesuai saat bekerja di sekitar hewan serta mengurangi potensi paparan, walaupun belum terbukti adanya penularan dari hewan ke manusia. Dan  bila ada hewan yang terbukti terinfeksi harus dilakukan testing, tracing dan karantina. Di kebun binatang Kansas City, para pengunjung kebun binatang juga diingatkan  bahwa masker diperlukan di semua

Peneliti India mengatakan semua hewan berkuku belah ternyata memiliki kemungkinan 99 persen untuk terinfeksi virus Corona, termasuk anjing dan kucing.  Sedangkan kambing atau ayam kurang peka terhadap virus Covid ini. Babi, tikus dan hamster juga termasuk yang tidak rentan terkena. Sedangkan kelinci ada di level ‘sedang’.

Prof. Nidom dari PNF Foundation menjelaskan binatangpun membentuk rangkaian  respon imun dalam tubuh masing-masing dan ia juga mengingatkan bahwa hal ini tidak dapat dianggap enteng walau belum ada bukti hewan dapat menularkan kepada manusia. Tingkat kekebalan hewan sangat tergantung dari fungsi hewan tersebut dalam mata rantai siklus hidup virus. Ada hewan yang bersifat hanya sebagai hanya menumpang atau sebagai target antara infeksi dan sebagai target akhir infeksi.

Prof Nidom menganjurkan selain melakukan test, tracing, karantina, pihak kebun binatang juga sebaiknya menutup kunjungan masyarakat sampai betul-betul bersih dan dipastikan tidak ada lagi virus pada individu hewan maupun lingkungan.

Bagaimana bila  Covid-19 menginfeksi hewan peliharaan di rumah?

  1. Lakukan pembersihan lingkungan dengan desinfektan yang terbaik.
  2. Masukkan atau ikat di dalam kandang dan jangan biarkan berkeliaran.

Testing PCR bagi hewan kesayangan di rumah dapat dilakukan minimal 1 bulan sekali dan hindari kontak dengan hewan jalanan (stray animals), baik kucing maupun anjing,

Komunitas Veteriner Indonesia (KOVID) sedang melakukan tracing COVID-19 terhadap hewan jalanan di seluruh Indonesia terutama di daerah-daerah yang beresiko tinggi. Bila ada pihak-pihak yang memerlukan tracing di suatu daerah, bisa kontak dengan Komunitas Veteriner Indonesia atau KOVID di nomor +62 811-444-842. Sedangkan testing dapat menghubungi PNF Animal Diagnostic Laboratory (PADIA Lab) yang dapat melayani seluruh Indonesia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here