IHSG Naik 2.20% dalam Sepekan Didukung Kinerja Emiten Semester II/2021

0
126

(Vibizmedia – IDX Stocks) – Setelah selama seminggu lalu IHSG menguat sebesar +2.20%% dan disertai Net Buy Investor Asing sebesar Rp +1.21 triliun, dilain pihak diawal pekan ini, Senin, IHSG diperkirakan berpeluang mengalami tekanan jual seiring turunnya EIDO sebesar -2.06% disertai jatuhnya harga beberapa komoditas seperti: Gold -2.51%, Oil -1.26% & Nikel -0.94% ditengah tajamnya kenaikan yield obligasi AS tenor 10 tahun sebesar +7.26% menjadi 1.305% sebagai dampak bagusnya data pekerjaan bulan Juli yang bertambah sebanyak 943,000 pekerjaan baru, lebih tinggi dibandingkan penambahan pekerjaan baru dibulan Juni sebanyak 845,000 pekerjaan serta turunnya data Tingkat pengangguran AS menjadi 5.4% dibandingkan estimasi sebesar 5.7 persen.

Dilain pihak sentimen positif datang dari penguatan Indeks DJIA sebesar +0.41% ditengah sedang hype atau eforianya trader di Bursa Indonesia atas saham berbasis teknologi & digital yang dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

Berikut beberapa saham dengan kinerja keuangan ciamik untuk Semester II/2021:

PT MNC Studio International (MSIN)

Perseroan hingga semester 1/2021 membukukan laba bersih sebesar Rp152,48 miliar atau naik tajam 102,6% dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp75,69 miliar. Sementara EPS melonjak menjadi Rp13,67. Lebih lanjut, perseroan hingga semester 1/2021 membukukan kenaikan pendapatan bersih sebesar 36,03% menjadi Rp974,89 miliar. Rinciannya, pendapatan konten tumbuh 20,81% menjadi Rp888,88 miliar. Bahkan pendapatan digital meningkat tajam 154,05% menjadi 188,56 miliar.

PT Sky Energy Indonesia (JSKY)

Perseroan berencana melaksanakan RUPLB pada September 2021 bertujuan untuk meminta persetujuan penambahan modal dengan HMETD atau rights issue. Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 406,50 juta saham baru dengan nilai nominal Rp50. Sebagai pemanis, PUT I ini juga akan disertai penerbitan Waran Seri I sebanyak – banyaknya 711,38 juta yang dapat dikonversikan menjadi saham perseroan hingga 711,38 juta saham.

Rights issue ini rencananya akan dieksekusi oleh JSKY pada akhir semester II/2021. Bagi para pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya maka persentase kepemilikan sahamnya akan terdilusi maksimal 16,67% dan secara keseluruhan apabila termasuk Waran Seri I akan terdilusi sebesar maksimum 35,48%.

Perseroan menyebut aksi korporasi ini akan memperkuat struktur permodalan dan mengundang banyak investor untuk bergabung dengan perseroan. Dana yang diperoleh dari rights issue ini seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja. Penambahan modal ini seiring pula dengan ambisi JSKY untuk meningkatkan kapasitas produksi modul surya hingga 2025.

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Perseroan hingga semester 1/2021 mencatatkan laba sebesar Rp12,54 triliun atau naik 22,93% yoy.
Faktor utamanya adalah naiknya penyaluran kredit BBRI secara konsolidasian sebesar Rp929,40 triliun, atau naik 0.70% yoy dibandingkan penyaluran kredit BBRI periode sana tahun 2020 sebesar Rp922,97 triliun.

Lebih lanjut, kredit mikro BBRI tercatat sebesar Rp366,56 triliun atau tumbuh 17% yoy. Hal ini memperkuat komitmen BRI untuk fokus dalam pengembangan bisnis mikro dengan komposisi kredit mikro mencapai 39,44% dari total penyaluran kredit BBRI. Pencapaian ini membuat proporsi kredit UMKM BBRI naik menjadi 80,62% dibanding 78,58% pada periode sama tahun lalu.

Selain itu, kredit konsumer BBRI tumbuh sebesar 3,54% menjadi sebesar Rp145,94 triliun pada akhir kuartal II 2021. BBRI pun mampu menjaga NPL hingga akhir kuartal 2/2021 sebesar 3,30% dengan NPL Coverage mencapai 254,84%.

PT Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD)

Perseroan hingga semester 1/2021 membukukan laba bersih Rp201,98 miliar atau naik 55,81% dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp129,017 miliar.
Sementara EPS menjadi Rp27,51. Sedangkan semester I 2020 hanya sebesar Rp17,48.
Lebih lanjut, perseroan hingga semester 1/2021 membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 6,92% menjadi Rp4,184 triliun. Rinciannya, penjualan kepada pihak ketiga dalam negeri tumbuh 6,6% menjadi Rp3,898 triliun. Sedangkan penjualan tujuan luar negeri tumbuh 6,5% menjadi Rp178,66 miliar.

PT Barito Pacific (BRPT)

Perseroan hingga semester 1/2021 membukukan laba bersih sebesar USD95,495 juta atau naik sangat tajam +757,05% yoy dibandingkan periode sama tahun lalu, yang mencatatkan rugi bersih senilai USD14,534 juta.

Sementara EPS USD 0,00102. Sedangkan di semester 1/2020 tercatat rugi bersih per saham dasar USD 0,00016. Ini sebagai dampak dari perseroan hingga semester 1/2021 membukukan kenaikan sebesar 40,97% menjadi USD1,555 miliar yakni dari penjualan petrokimia tujuan ekspor tumbuh 9,8% menjadi USD280,53 juta. Sedangkan penjualan petrokimia tujuan dalam negeri naik 69,67% menjadi USD979,005 juta.

PT Asahimas Flat Glass (AMFG)

Perseroan hingga semester 1/2021 membukukan pendapatan sebesar Rp2,27 triliun atau naik 38% dari pendapatan periode sama tahun 2020 sebesar Rp1,64 triliun. Dampaknya, perseroan hingga semester 1/2021 membukukan laba bersih sebesar Rp24,88 miliar atau naik tajam +106,43% setelah pada tahun 2020 mengalami kerugian bersih Rp386,99 miliar.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here