Presiden Jokowi Luncurkan Sistem Online Single Submission Berbasis Risiko

0
117
Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran Sistem Online Single Submission di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal, pada Senin, 9 Agustus 2021. FOTO: BPMI

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran sistem pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik Online Single Submission (OSS) berbasis risiko, pada Senin, 9 Agustus 2021 di Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, Jakarta.

OSS merupakan layanan perizinan berusaha secara online yang terintegrasi, terpadu dengan paradigma perizinan berbasis risiko.

“Para pelaku usaha membutuhkan layanan yang mudah, cepat, dan tidak berbelit-belit,” ungkap Presiden dalam keterangannya usai peresmian OSS tersebut.

Untuk itu, dirinya akan mengawasi dan mengecek langsung apakah sistem OSS berbasis risiko ini betul-betul mempermudah dan mengurangi izin berusaha. Selain itu, Presiden juga ingin memastikan apakah biaya perizinan semakin efisien dan standarnya sama di seluruh Indonesia.

“Ini yang akan saya ikuti. Kalau ini bisa kita laksanakan, saya yakin investasi baik yang investasi skala mikro, skala kecil, menengah dan besar akan meningkat di negara kita,” jelas Presiden.

Menurutnya, peluncuran sistem OSS berbasis risiko ini merupakan reformasi yang sangat signifikan dalam perizinan. Pasalnya, sistem ini menggunakan layanan berbasis online yang terintegrasi, terpadu dengan paradigma perizinan berbasis risiko.

Nantinya, jenis perizinan akan disesuaikan dengan tingkat risikonya. Hal ini karena perizinan antara usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) dengan usaha besar tidak sama.

“Risiko tinggi, perizinan berusaha berupa izin. Risiko menengah, perizinan berusaha berupa sertifikat standar dan risiko rendah cukup pendaftaran berupa nomor induk usaha dari OSS. Hal ini akan membuat iklim kemudahan berusaha di indonesia semakin baik,” terangnya.

Layanan OSS berbasis risiko, lanjutnya, tidak untuk mengebiri kewenangan daerah, justru memberikan standar untuk semua layanan yang memberikan izin baik di level pusat maupun daerah.

“Agar tanggung jawabnya semakin jelas dan layanannya juga semakin sinergis,” ujar Presiden.

Presiden mengungkapkan banyak mendengar aspirasi dari pelaku UMKM bahwa mereka sangat membutuhkan kemudahan berusaha. Ia meyakini apabila perizinan usaha mudah dan sederhana akan menggairahkan ekonomi nasional dan di daerah.

“Jika ini terpenuhi, saya yakin akan memberikan dampak yang signifikan bagi pergerakan ekonomi nasional maupun di daerah,” kata Presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here