Review Pasar Mingguan Kopi, Gula, dan Kakao

0
91

(Vibizmedia – Commodity) – Masalah cuaca menjadi fokus dari pergerakan harga pada minggu ini, baik di Brazil, penghasil kopi dan gula, dan juga di Afrika Barat, Ivory Coast dan Ghana juga mengalami kekeringan.

Pada penutupan pasar hari Jumat 6 Agustus 2021 harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika turun, karena hujan turun dan harga kopi Robusta juga turun, Harga gula di New York naik ke tertinggi 5 ½ bulan dan harga kakao naik karena cuaca kering di Ivory Coast dan Ghana.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun karena perkiraan hujan turun di Brazil. Maxar pada hari Jumat memperkirakan hujan akan turun di selatan Brazil 6 – 10 hari mendatang sehingga akan mengurangi kekeringan di perkebunan kopi di Brazil

Harga gula pada penutupan pasar har Jumat mixed dengan harga gula di New York naik ke harga tertinggi 5 ½ bulan, karena produksi Brazil diperkirakan turun karena kerusakan akibat suhu beku dan kekeringan. Menurut Wilmar International cuaca beku dan kering akan mengurangi produksi gula di 2021/22 turun 27% dari tahun lalu.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat naik dengan harga kakao di London naik ke harga tertinggi 1 minggu, karena cuaca kering di Afrika Barat akan mengurangi hasil panen kakao di Ghana dan Ivory Coast. Harga kakao di London juga naik karena melemahnya GBP/ USD ke kurs terendah 1 minggu. Harga kakao di New York naik ke harga tertinggi 2 bulan pada hari Rabu karena petani kakao di Ivory Coast dan Ghana melaporkan hujan turun sedikit dalam dua minggu terakhir.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika September di ICE New York turun 90 sen (0.51%) menjadi $176.00 dan harga kopi Robusta September di ICE London turun 1.19%.

Faktor penggerak pasar Kopi:
• Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
• Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167.584 juta kantong menurut ICO.
• Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.0196 juta kantong dari surplus 4.506 juta kantong di 2019/20.
• Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun menjadi 48.8 juta kantong menurut CONAB.
• Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Cecafe
• Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
• Ekspor kopi Colombia pada bulan Juli naik 9% dari tahun lalu menjadi 1.229 juta kantong

• Ekspor kopi global dari Oktober – Mei naik 2.2% dari tahun lalu menjadi 87.299 juta kantong menurut ICO.
• Ekspor kopi Robusta global di Oktober – Mei turun 4.2% dari tahun lalu menjadi 31.435 juta kantong menurut ICO.
• Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Juli 2021 turun 9.3% dari tahun lalu menjadi 953,000 MT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
• Persediaan kopi hijau di AS di bulan Juni turun 18.2 % dari tahun lalu menjadi 5.779 juta kantong menurut the Green Coffee Association.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $ 172 dan berikut ke $166 sedangkan resistant pertama di $ 190 dan berikut ke $200 .

GULA
Harga gula Oktober di ICE New York naik 6 sen (0.32%) menjadi $18.68 dan harga gula Oktober di ICE London naik turun 0.48%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:
• Produksi gula dunia di 2020/21 ( Oktober/ September) akan turun 0.2% dari tahun lalu menjadi 169.2 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
• Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 3,1 MMT dari surplus 900,000 di 2019/20 menurut ISO.
• Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 5,7% dari tahun lalu 38.9MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT dari perkiraan Desember sebesar 41.8 MMT menurut CONAB.
• Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
• Perkiraan produksi gula India di 2021/22 sebesar 31 MMT naik dari perkiraan di 2020/21 sebesar 30.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
• Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 mencapai rekor 6.8 MMT menurut Balrampur Chini, produsen gula terbesar ke dua di India.
• Produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember – 15 Maret turun 8.2% dari tahun lalu menjadi 7.5 MMT Menurun The Thailand’s Office of Cane & Sugar Board .
• Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 4% menjadi 14.5MMT menurut Suedezucker produsen gula terbesar di Uni Eropa

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $17.50 dan berikut ke $ 16.80 sedangkan resistant pertama di $18.80 dan berikut ke $19.10

KAKAO
Harga kakao September di ICE New York naik $12 (0.50%) menjadi $2,417 per ton dan harga kakao September di ICE London naik 1.41%.

Faktor penggerak pasar kakao :
• Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 6.3% dari tahun lalu menjadi 5.024 MMT menurut ICCO
• Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 3% dari tahun lalu menjadi 4. 809 MMT menurut ICCO.
• Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 165,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
• Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
• Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,340 dan berikut ke $2, 310 sedangkan resistant pertama di $2,460 dan berikut ke $2,550.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here