HERO: Akan Ubah Lima Bekas Gerai Giant Jadi IKEA dan Hero Supermarket

0
186

(Vibizmedia – IDX Stocks) – PT Hero Supermarket Tbk (HERO) akhirnya berhenti mengoperasikan seluruh gerai Giant. Mulai Juli 2021 seluruh Gerai Giant tutup. Pada saat yang bersamaan, manajemen akan mengubah paling tidak lima bekas Gerai Giant menjadi IKEA.

HERO juga mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah bekas gerai Giant menjadi Hero Supermarket. Keputusan perusahaan ritel ini mengacu pada tinjauan strategis atas seluruh bisnis. Fokus bisnis selanjutnya yakni investasi untuk mengembangkan IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

Diky Risbianto, Head of Corporate and Consumer Affairs Hero Supermarket mengatakan, sampai saat ini pihaknya tidak dapat menginformasikan detail seperti apa nantinya nasib dari gerai-gerai eks Giant yang tidak digunakan. Hal itu lantaran masih terdapat beberapa negosiasi dan konversi yang perlu dilakukan.

“Namun seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, kami akan mengubah beberapa gerai Giant menjadi Hero Supermarket dan IKEA serta mengalihkan beberapa gerai yang tersisa ke kepemilikan pihak ketiga,” kata Diky kepada media, Rabu (11/8).

Diky menambahkan, HERO tetap berkomitmen pada bisnis ritelnya di Indonesia melalui Guardian, IKEA, dan Hero Supermarket. Pihaknya pun memiliki keyakinan kuat akan posisinya sebagai peritel kompetitif yang solid dalam jangka panjang.

Dia mengatakan, hal itu menjadi bagian strategi bisnis Hero Supermarket untuk memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Untuk pergerakan harga saham HERO, kemarin (Selasa 10/08/2021) ditutup anjlok 4.66% atau 85 poin ke harga Rp.1740 per lembar dari harga sebelumnya, di Rp.1825 per lembar. Sementara untuk kinerja sepanjang tahun 2021 ini, telah melonjak 109.64% atau 910 poin dari harga awal tahunnya yaitu di Rp.830 per lembar.

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) buka suara terkait kerugian perusahaan pada Semester I/2021. Dalam penjelasannya, HERO menyinggung soal penutupan seluruh gerai GIANT di Indonesia pada 31 Juli 2021 yang lalu.

Mengutip keterbukaan informasi, HERO pada Semester I/2021 mengalami kerugian bersih sebesar Rp.551 miliar. Meskipun merugi, perusahaan ini memastikan pemberian pesangon terhadap sekitar 7000 karyawan Giant yang tekena pemutusan hubungan kerja (PHK), lebih tinggi dibandingkan regulasi UU Cipta Kerja. Bahkan karyawan yang terdampak dapat melamar pekerjaan di lini bisnis Perseroan yang lain.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here