Review Pasar Mingguan Untuk Kopi, Kakao dan Gula

0
93

(Vibiznews – Commodity) – Pada minggu ini harga dari gula, kopi dan kakao mengalami kenaikan karena faktor cuaca yang merusak  tanaman di negara penghasil, namun kenaikan harga dibatasi dengan permintaan yang menurun sejalan dengan peningkatan penularan covid delta di berapa negara.

Pada penutupan pasar hari Jumat 13 Agustus 2021 harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika turun, karena permintaan turun karena meningkatnya penularan covid 19 dan harga kopi Robusta juga turun, Harga gula di New York naik ke tertinggi 4 ½ tahun dan harga kakao naik karena penjualan kakao berjangka dihentikan.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun karena pandemi covid semakin banyak sehingga akan ada pengetatan kembali membuat restauran dan kedai kopi dibukanya terbatas sehingga mengurangi permintaan kopi.

Rata-rata 7 hari penderita baru covid di AS naik ke jumlah tertinggi 6 ¼ bulan sebesar 123,734 pada hari Kamis, juga di Tokyo sebanyak 5,773 penderita baru pada hari Jumat.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat naik ke harga tertinggi 4 ½ tahun. tanda kerusakan dari tanaman tebu akibat cuaca beku dan kekeringan di Brazil mendorong pembelian gula berjangka pada minggu ini. Unica melaporkan pada hari Selasa bahwa produksi gula pada 2 minggu terakhir Juli turun 11.8%.

Harga kakao pada penutupan Pasar hari Jumat naik ke harga tertinggi 2 ¾ bulan, karena peraturan Ivory Coast menghentikan penjualan kakao forward untuk 2021/22 , karena akan membuat persediaan kakao global lebih ketat.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika September di ICE New York turun $3.80 (2.04%) menjadi $182.75 dan harga kopi Robusta September di ICE New York turun 1.14%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167.584 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.019 juta kantong dari surplus 4.506 juta kantong di 2019/20.
  •  Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun menjadi 48.8 juta kantong menurut CONAB.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Cecafe.
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulan Juli naik 9% dari tahun lalu menjadi 1.229 juta kantong menurut The Colombia Coffee Growers Federation.
  • Ekspor kopi global dari Oktober – Juni naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 98.545 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi Robusta global di Oktober – Juni turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 35.234 juta kantong menurut ICO.
  •  Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Juli 2021 turun 8.1% dari tahun lalu menjadi 965,883 MT menurut Vietnam’s General Statistics Office .

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $ 180 dan berikut ke $173 sedangkan resistant pertama di $ 190 dan berikut ke $209 .

GULA
Harga gula Oktober di ICE New York naik 41 sen (2.10%)menjadi $19.95 dan harga gula putih Oktober di ICE London naik 3.15%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  •  Produksi gula dunia di 2020/21 ( Oktober/ September) akan turun 0.2% dari tahun lalu menjadi 169.2 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 3,1 MMT dari surplus 900,000 di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 5,7% dari tahun lalu 38.9MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT dari perkiraan Desember sebesar 41.8 MMT menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2021/22 sebesar 31 MMT naik dari perkiraan di 2020/21 sebesar 30.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  •  Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 mencapai rekor 6.8 MMT menurut Balrampur Chini, produsen gula terbesar ke dua di India.
  •  Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 4% menjadi 14.5MMT menurut Suedezucker produsen gula terbesar di Uni Eropa

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $18.90 dan berikut ke $ 18.70 sedangkan resistant pertama di $ 20.00 dan berikut ke $20.30

KAKAO
Harga kakao September di ICE New York naik $40 (1.60%) menjadi $2,547 per ton dan harga kakao September di ICE London naik 0.95%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 6.3% dari tahun lalu menjadi 5.024 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 3% dari tahun lalu menjadi 4. 809 MMT menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 165,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 8 Agustus naik 6.3% dari tahun lalu.
  • The Ghana Cocoa Board membeli 1,005,070 MT kakao dari petani pada 1 Oktober sampai 15 Juli.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,450 dan berikut ke $2,420 sedangkan resistant pertama di $2, 550 dan berikut ke $2,590.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here