Riau Dorong Transformasi Digitalisasi Untuk Kembangkan Parekraf

0
178
Ilustrasi: Destinasi wisata di Bintan, Kepulauan Riau. FOTO: KEMENPAREKRAF

(Vibizmedia – Industry) Pemerintah melalui kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), mendorong generasi muda tanah air untuk sama-sama menjaga, merawat, melestarikan dan mempromosikan keindahan tanah air dengan penerapan konsep ekowisata yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi saat ini dan masa depan.

Lingkungan yang terjaga akan menjadi aset terbaik bagi pariwisata Indonesia. Terlebih di masa pandemi COVID-19 saat ini yang akan mempercepat tujuan pariwisata Indonesia ke depan yakni pariwisata yang kualitas dan berkelanjutan.

Ekowisata memiliki prospek ke depan, dimana destinasi dan atraksi wisata akan mengarah kepada konsep Nature, Eco, Wellness, dan Adventure (NEWA). Generasi muda harus mengenal dan menginformasikan ke seluruh dunia tentang ‘Wonderful Indonesia‘ melalui berbagai kanal komunikasi, yang pada akhirnya menjadikan Indonesia dikenal sebagai pusat ecotourism (ekowisata) dunia.

Pengembangan ekowisata memiliki rumus 3P, yaitu mempertimbangkan planet (alam), people (manusia) dan prosperity (kesejahteraan) yang artinya setiap manusia perlu merawat dan menjaga keindahan alam dan budaya disamping nilai ekonomis yang akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Kemenparekraf sedang melakukan persiapan pemulihan secara maksimal dan menyeluruh (360 derajat). Karena pariwisata tentu tidak hanya perlu dibangun dari sisi infrastruktur, tetapi juga berbagai aspek lainnya sehingga dapat menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan bagi wisatawan.

Kabid Pengembangan Sumberdaya Pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Riau, Ridho Adriansyah, menyebutkan, Riau memiliki sejumlah ekowisata diantatanya, Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasim di Siak, Hutan mangrove Pantai Solop Indragiri Hilir, Desa wisata Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal Indragiri Hulu, Hutan mangrove Dumai, dan Bukit Rimbang Baling di Kabupaten Kampar.

Saat ini pemerintah provinsi Riau terus mendorong transformasi digitalisasi untuk mengembangkan parekraf dalam menghadapi pandemi COVID-19 agar tetap tumbuh dan dapat diandalkan guna menghadapi pandemi virus corona.

Pada masa pandemi COVID-19 ini, pihaknya telah memberikan pelatihan transformasi digital, kepada generasi muda khususnya pelaku Parekraf.  Pergeseran model bisnis dalam ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi peluang dalam kontribusi ekonomi kreatif yang lebih besar.

Dispar Riau telah melatih 80 peserta pelaku parekraf di sekitar objek wisata di 4 kabupaten/kota. Kemudian, kegiatan pelatihan juga bakal digelar di 6 lokasi berbeda, di sekitar objek wisata yang tersebar di 6 kabupaten/kota di Riau, dengan melibatkan 120 orang peserta.

“Dari 10 objek wista yang dipilih, ada 3 destinasi ekowisata yang dipakai sebagai lokasi pelatihan digital ini, yakni ekowisata mangrove di Siak dan Kepulauan Meranti, juga ekowisata Air Panas Pawon, di Rokan Hulu,”  kata Ridho, Minggu (22/8) di Pekanbaru.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here