Pengaruh Perekonomian Global Terhadap Harga Minyak Sawit, Review Sawit Mingguan

0
221

(Vibizmedia – Commodity) – Setelah harga minyak sawit mengalami kenaikan yang tinggi pada minggu lalu maka seminggu ini dari tanggal 16 Agustus sampai dengan 20 Agustus harga minyak sawit mengalami penurunan sebesar 5.7 % dibanding minggu sebelumnya.

Apakah harga minyak sawit akan terus  turun atau meningkat lagi pada minggu depan di bawah ini pembaca dapat memahami dari ulasan-ulasan yang diberikan bahwa pengaruh perekonomian global membuat harga minyak sawit turun.

Penurunan harga minyak sawit secara fundamental:

  • Ekspor Minyak sawit Malaysia dari 1 – 20 Agustus turun 8.3% menjadi 788,211 ton dari 863,586 ton yang dikirim pada 1 –20 Juli menurut AmSpec Agri Malaysia pada hari Jumat.
  • India menurunkan pajak impor untuk minyak kedelai dan minyak bunga matahari sebesar 7.5% sehingga bisa membuat impor minyak kedelai dan bunga matahari meningkat menyebabkan permintaan minyak sawit berkurang sehingga harga minyak sawit turun. India pengimpor minyak nabati terbesar dengan import tahunannya antara $8.5 – $10 milyar .

Penurunan harga minyak sawit terjadi karena tekanan pada pasar global :

  • Peningkatan penularan covid varian Delta di beberapa negara di dunia, di AS, negara-negara Asia lainnya, sehingga lockdown terjadi, perekonomian kembali turun, pergerakan berkurang membuat permintaan minyak mentah berkurang sehingga harga minyak mentah turun, membuat biodiesel berbahan sawit menjadi kurang menarik harganya turun. Harga minyak mentah turun ke harga terendah 3 bulan, turun ke harga terendah satu minggu sebesar 6% akibat lockdown di berbagai negara karena rendahnya rate vaksin sehingga sulit menangkal kasus virus covid Delta. Akibat lockdown pergerakan berkurang menyebabkan permintaan akan bensin dan bahan bakar berkurang.
  • Saham Asia melanjutkan penurunan dari 2021 penurunan terendah pada pagi hari, sedangkan kurs dolar AS menguat ke kurs tertinggi 9 bulan.
  • Menguatnya kurs USD membuat kurs ringgit melemah sehingga harga komoditas minyak sawit menjadi murah.
  • The US Enviromental Protection Agency ( EPA) memperkirakan bahwa Gedung Putih akan menurunkan mandat dari penggunaan biofuel di tahun 2021 menjadi dibawah penggunaan 2020. Namun EPA juga membuat rekomendasi yang terpisah untuk meningkatkan mandat dari penggunaan biofuel untuk 2022 di atas penggunaan dua tahun terakhir.
  • Tekanan pada harga kedelai di AS, dimana cuaca di  ladang kedelai di  AS sudah mengalami turunnya hujan sehingga tidak kering lagi dan harga kedelai mengalami penurunan selama 10 hari terakhir membuat harga minyak kedelai turun dan harga minyak sawit juga mengalami penurunan.

Pergerakan harga minyak sawit pada minggu ini :

  • Harga minyak sawit Nopember pada pasar hari Jumat 20 Agustus 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 18 ringgit atau 0.42% menjadi 4,256 ringgit ($1,004.25) setelah turun ke harga terendah 10 hari pada sesi sebelumnya.
  • Harga minyak sawit Nopember pada hari Kamis 19 Agustus 2021 turun 63 ringgit menjadi 4,238 ringgit per ton.
  • Harga minyak sawit Nopember pada penutupan pasar hari Rabu 18 Agustus 2021 turun 105 ringgit atau 2.38% menjadi 4,303 ringgit ($1,015.82) per ton setelah naik mencapai rekor pada minggu lalu.
  • Harga minyak sawit Nopember pada hari Selasa 17 Agustus 2021 turun 84 ringgit (1.9%) menjadi 4,363 ringgit ($1,029.98) per ton setelah naik 1.9% pada pertengahan hari.
  • Harga minyak sawit Nopember pada hari Senin 16 Agustus 2021, di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 39 ringgit (0.88%) menjadi 4,447 ringgit per ton pada perdagangan siang sempat naik ke harga 4,494 ringgit ($1,060.16) per ton

Kesimpulan:

Selama 1 ½ tahun masa pandemi covid, harga minyak sawit mengalami kenaikan, dalam jangka panjang harga minyak sawit masih akan meningkat karena produksi yang menurun di Malaysia akibat kekurangan pekerja, permintaan akan minyak sawit untuk industri makanan dan bahan keperluan sehari-hari seperti sabun, shampoo dan lain-lain masih akan ada.

Namun dengan meningkatnya harga membuat pembeli tidak sanggup untuk membeli minyak sawit sehingga beralih ke minyak nabati lainnya. Tekanan turun masih akan terjadi pada akhir bulan ini karena tekanan harga pada komoditas lainnya terutama harga biji-bijian penghasil minyak karena cuaca yang membaik di AS dengan turunnya hujan membuat hasil kedelai turun.

Pasar menantikan laporan bulan Persediaan dan Permintaan dari The Malaysian Palm Oil Board pada 2 minggu ke depan, dimana perkiraan produksi dan ekspor sudah terlihat ada penurunan.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 4,190 ringgit dan berikut ke 4,050 ringgit sedangkan resistant pertama di 4,360 ringgit dan berikut ke 4,430 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here