Tower Bersama Infrastrucure (TBIG): Akan Terbitkan Surat Utang Jumbo Senilai USD 900 Juta

0
114

(Vibiizmedia – IDX Stocks) – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana menerbitkan surat utang atau notes jumbo dalam mata uang asing, yang rencana penerbitannya akan mencapai US$ 900 juta.

Jika disesuaikan dengan kurs tengah Bank Indonesia akhir 2020 di Rp 14.105, maka penerbitan notes ini mencapai Rp 12,69 triliun atau setara 136,4% dari ekuitas TBIG akhir tahun lalu.

Jika dihitung dengan kurs tengah BI Selasa (24/8), maka penerbitan utang ini mencapai Rp 12,97 triliun.

Dalam keterbukaan informasi Selasa, TBIG berencana menggunakan dana ini untuk disalurkan kepada kelompok entitas anak melalui pinjaman antar perusahaan atau penyertaan modal. Alasannya, TIBG telah melaksanakan kegiatan usaha dalam bidang penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi terintegrasi melalui entitas anak.

Nantinya, dana ini akan digunakan untuk pelunasan kewajiban utang yang jatuh tempo atau percepatan pembayaran. Sebagian dana juga juga akan digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Langkah ini, TBIG yakini, membuat likuiditas perusahaan lebih baik.

TBIG membuat opsi penerbitan dilakukan satu kali atau beberapa kali penerbitan. Jatuh temponya utang pokok dari notes paling lama 10 tahun dengan bunga maksimal 6% per tahun untuk masing-masing notes yang diterbitkan. “Tingkat suku bunga yang tetap akan mengurangi biaya lindung nilai apabila dibandingkan dengan suku bunga mengambang di bawah fasilitas pinjaman sindikasi, sehingga akan tersedia dana untuk pertumbuhan di masa yang akan datang,” tulis manajemen.

Untuk menerbitkan utang ini, TBIG akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 September 2021.

TBIG yakin, surat utang ini bisa dicatatkan kembali di Bursa Efek Singapura seperti empat notes sebelumnya. Global notes TBIG yang pernah dicatatkan di Bursa Efek Singapura yaitu, pertama, global notes senilai US$ 300 juta yang dilunasi lebih awal pada Mei 2017.
Kedua, global notes US$ 350 juta yang dilunasi lebih awal pada Februari 2021.

Ketiga, global notes sebesar US$ 350 juta yang jatuh tempo 21 Januari 2025 mendatang.
Terakhir, global notes US$ 300 juta dengan tanggal jatuh tempo 20 Januari 2026.
Dengan demikian, rencana penerbitan notes kali ini merupakan yang terbesar di antara global notes sebelumnya.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here