Berbagi Kebaikan: Hendry Paulus Lala, Berbagi Makanan Kepada Yang Papa, Dikuatkan Saat Berbagi

0
745

(Vibizmedia – Berbagi Kebaikan) Diawali dengan mendapat inspirasi dari sebuah khotbah maka pasangan suami istri ini, Hendry Paulus Lala dan Citra Veronica Sambuari, mengambil keputusan penting dalam menyikapi situasi pandemi saat ini.

Memberi di Dalam Keterbatasan

“Seperti ada yang Tuhan taruh di  hati kami.. Kami rasa ini waktu yang baik bagi kami untuk berbagi walau dalam keterbatasan kami,“ ujar Hendry, lelaki Menado lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang saat ini membuka bisnis catering bernama Rasa Bumbu.

Istrinya juga memiliki pemikiran yang sama, “Mungkin kita masih bisa makan, tapi bagaimana dengan orang-orang di sekitar kita, apakah kita sudah jadi berkat buat mereka? Walau dalam keadaan saat itu kami juga memiliki keterbatasan.. Tapi di hati kami, kami benar-benar memiliki kerinduan untuk kami mau berbagi.”

Di dalam kondisi yang sebenarnya tidak mendukung, namun tidak menyurutkan tekad mereka untuk melakukan sesuatu. Dengan latar belakang kemampuan memasak yang mereka miliki, keduanya akhirnya bersepakat untuk berbagi makanan bagi warga yang kurang mampu  yang tinggal di Jakarta.

Melangkah Mencari Donatur

Tentunya mereka tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan kegiatan sosial ini. Untuk itu sang istri yang memang punya hobby mendisain akhirnya menyiapkan draft dan brosur yang mereka kirimkan melalui Whats App kepada keluarga dan teman – teman mereka untuk menjelaskan tentang aksi sosial yang akan mereka lakukan.  Tidak disangka-sangka respon atas niatan ini sangat baik.  Dalam beberapa hari saja dana terkumpul dengan cepat.

Brosur yang disiapkan untuk mengumpulkan donasi. (Foto: Dokumentasi pribadi)

Seminggu Sekali Berbagi Makanan Kepada Yang Papa

Dengan dana yang terkumpul, mereka pun pergi berbelanja,  menyiapkan menu dan mulai memasak. Kemudian dikemas dalam paket-paket kotak makanan berisi nasi,  lauk pauk, buah, dan air minum mineral. Tidak lupa disertakan juga  masker dan kotak susu UHT.  Bingkisan ini langsung mereka bagikan kepada mereka yang dianggap paling memerlukan makanan, yaitu para pemulung, pengamen, petugas kebersihan dan tukang sampah, khususnya di wilayah Grogol, Permata Hijau, Joglo, Kebun Jeruk dan Meruya Selatan di Jakarta Barat.

Melihat response yang positif terhadap aksi sosial ini, maka blast mengenai kegiatan ini mulai disebar, tidak hanya melalui WhatsApp tetapi juga menggunakan media sosial, seperti FaceBook dan Instagram.  Dana yang terus terkumpul dipakai lagi untuk bisa  menyiapkan kembali paket makanan untuk dibagikan.  Laporan keuangan selalu dikirimkan kepada para donatur untuk mempertanggung jawabkan pemakaian uang yang mereka terima.

Kegiatan ini menjadi kegiatan rutin yang dilakukan seminggu sekali dan bisa membagikan sekitar 50 hingga 60 kotak lebih setiap kalinya. Sejak tanggal 15 Juli hingga 28 Agustus 2021 total sekitar 155 kotak makanan yang telah dibagikan. Saat ini wilayah yang dituju untuk membagikan makanan adalah Jakarta Pusat dan  Jakarta Barat.

Kotak-kotak makanan siap dibagikan (Foto: Dokumentasi pribadi)
Berbagi makanan kepada para petugas kebersihan (Foto: Dokumentasi pribadi)
Mereka yang mendapatkan boks makanan. (Foto: Dokumentasi pribadi)

Menerobos  Setiap Kendala

Apa yang dilakukan pasangan suami istri ini bukanlah tanpa kendala dan pengorbanan. Mereka harus menyisihkan waktu mereka di tengah kesibukan mereka bekerja. Tidak hanya itu mereka terpaksa harus membawa anak laki-laki semata wayang mereka yang baru berusia 3 tahun untuk turut serta membagikan makanan yang tentunya sering menjadi kekuatiran mereka juga.

Karena langsung mendatangi dan berinteraksi langsung kalangan orang yang tidak mampu ini bukannya tanpa resiko. Mereka harus menyiapkan masker dan membagikannya jika orang-orang ini tidak menggunakan masker. Bahkan kadang kala kotak makanan diletakkan saja dari kejauhan supaya bisa diambil tanpa mendekat kepada orang-orang tersebut.

Tapi Hendry dan Citra tidak mempersoalkan semua kendala yang ada. Meski mereka juga harus mengorbankan waktu di tengah kesibukan pekerjaan mereka sendiri untuk menghidupi keluarga mereka.

Semua Adalah Kemurahan Tuhan

Justru pengakuan Hendry bahwa  tantangan terbesar adalah dari dirinya sendiri, “Tantangan terbesar kami.. menahan untuk tidak merasa berbangga dengan apa yang kami lakukan. Ini bukan kehebatan kami, bukan kekuatan kami. Ini kemurahan Tuhan… Sebagai manusia yang penuh kelemahan dan keterbatasan, menahan ego dan kebanggaan kami, itu tantangan terbesar kami.”

Satu Kotak Makanan Sangatlah Berharga

 “Ini mengajarkan kita bahwa ternyata satu kotak makanan yang kita bagikan itu sangat berharga bagi mereka yang benar-benar kelaparan, “ Citra bercerita apa yang dirasakan saat pertama kali membagikan kotak makanan.

“Kami disambut baik, bahkan sekotak makanan itu disambut baik oleh mereka yang lapar.. itu hal yang luar biasa yang kami rasakan “ tutur Citra.

Mereka memang tidak sekedar membagikan makanan tapi  sempat bertanya langsung  mengenai  keadaan mereka, di mana mereka tinggal, “Ada yang tidak memiliki tempat tinggal. Ada yang bahkan hidup di satu rumah dengan delapan anggota keluarga…”

Tidak Perlu Memiliki Segalanya Untuk Bisa Berbagi

Apa yang telah dilakukan pasangan Hendry – Citra tentulah dapat menginspirasi kita semua.

Ia juga menuturkan bahwa saat awal beroleh inspirasi berbagi makanan ini, sesungguhnya mereka  dalam keadaan yang sedang berjuang keras, bahkan untuk mencukupi kebutuhan sendiri saja tidak mudah. Tapi ia menekankan bahwa untuk berbagi adalah persoalan kita mau atau tidak.

“ Kita berbagi bukan karena kita mampu, bukan karena kita punya, tapi karena kita mau. Dalam segala keterbatasan kalau kita memiliki tujuan yang baik kita percaya Tuhan pasti membukakan jalan,” tutur Hendry menyampaikan keyakinannya.

“Dalam keterbatasan kami, apa yang kami bisa? Saya bisa masak.. Itu yang saya bagi.. Tidak perlu kita memiliki segalanya untuk kita bisa berbagi. Cukup memiliki sesuatu yang bisa kita lakukan dan kita kerjakan. Saya rasa tidak butuh hal yang luar biasa, materi, itu tidak membatasi kita untuk berbagi…” demikian ia membagikan prinsip penting dalam berbagi.

Hendry Lala dan istri beserta anak mereka (Dokumentasi pribadi)

Dikuatkan Saat Berbagi

Pengalaman berbagi ini juga mengajarkan hal yang sangat berharga. Ketika menjalankan aksi berbagi ini mereka berpikir hendak  membantu   yang berkekurangan dan menguatkan mereka. Tapi pada kenyataannya berbeda.

“ Tapi saat waktu berjalan, yang kami rasakan justru kami yang dikuatkan. Kami sangat dikuatkan saat bertemu dengan orang di luar sana yang dalam kondisi keterbatasan dan kesulitan, mereka tetap berjuang,” tutur Hendry.

Ia melanjutkan bahwa dengan membandingkan bagaimana di luar sana banyak yang memiliki kondisi yang jauh lebih sulit, betapa sangat bersyukur jika masih diberikan tempat tinggal yang layak dan makanan yang cukup.

“Dalam kondisi sulit ini kita jangan  menempatkan diri kita menjadi korban, tapi mari kita menjadi berkat untuk banyak orang… Kita berbagi, kita dikuatkan.. Kita harus lebih banyak lagi bersyukur dalam segala keadaan… Jadi pelajaran yang kami dapatkan adalah tetap berjuang dan mari bersyukur, “ lanjutnya lebih jauh.

Pesan Bagi Masyarakat Indonesia

Berikut adalah pesan yang disampaikan pasangan Hendry dan Citra bagi masyarakat Indonesia, “Dalam kondisi pandemi seperti ini, yuk, sama-sama kita semua  menjadi berkat buat banyak orang. Yuk kita berbagi, kita bersedekah bagi siapapun yang kita temui. Tanpa memandang agama, suku, budaya, mari kita menjadi berkat, mari kita menolong siapapun itu yang kita temui.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here