Antigen Rapid Test Produksi Indonesia Diekspor ke Thailand dan Irlandia

0
97
Industri Alkes Ekspor Antigen Rapid Test ke Thailand dan Irlandia (Foto: Kemenperin)

(Vibizmedia – Industry) Industri alat kesehatan (Alakes) di tanah air terus memperlihatkan daya saingnya di dunia internasional. Pemerintah memang memasukkan industri alat kesehatan sebagai sektor yang mendapat prioritas pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Industri alat kesehatan adalah salah satu sektor prioritas yang menjadi perhatian pemerintah saat ini, terutama terkait dengan penanggulangan COVID-19 dan peningkatan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, pada acara Peresmian Ekspor Produk COVID-19 Antigen Rapid Test Cassette PT. Taishan Alkes Indonesia ke Thailand dan Irlandia, di Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi kepada PT. Taishan Alkes Indonesia yang dapat menembus pasar ekspor ke Thailand dan Irlandia. Hal ini menunjukkan bahwa daya saing produk dari sisi quality, cost, dan delivery dapat bersaing di pasar internasional.

“Harga dari produk Taishan ini sangat kompetitif untuk di pasar domestik dibanding produk impor. Ini membawa nilai tambah tersendiri bagi konsumen,” ujar Agus.

Taishan Alkes Indonesia telah menanamkan investasinya di bidang alat kesehatan untuk menghasilkan produk Antigen Rapid Test Cassette dengan kapasitas produksi sebesar 1,2 juta pcs per hari dan menyerap tenaga kerja hingga 1.000 orang.

“Jadi, dari investasi dan serapan tenaga kerjanya, sektor ini memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional. Kami terus memacu perusahaan ini untuk ekspansi sehingga mendorong substitusi impor,” ungkapnya.

Produk Rapid Test Swab Antigen PT. Taishan Alkes Indonesia telah mendapatkan izin edar Alat Kesehatan Dalam Negeri (AKD) dari Kementerian Kesehatan. “Dan, tidak kalah pentingnya telah tersertifikasi CE mark yang akan mendukung dalam kegiatan ekspor ke pasar Eropa,” ujar Agus.

Di samping itu, produk tersebut sudah memiliki capaian tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 48,6 persen dan masuk dalam kategori barang wajib digunakan dalam pengadaan alat kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) milik pemerintah.

Direktur Utama PT. Taishan Alkes Indonesia Eko Sihombing menyampaikan, pihaknya bertekad untuk memberikan produk yang berkualitas sesuai standar dan kompetitif. Kemenperin bertekat untuk mewujudkan kemandirian Indonesia dalam bidang kesehatan, dengan langkah strategis yang dijalankan, antara lain pelaksanaan kebijakan substitusi impor 35 persen pada 2022. Salah satunya didukung melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani
Foto: Kemenperin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here