Satgas Covid-19 Dorong Pemprov Maksimalkan Pengawasan Prokes di Fasum dan Fasos

0
32
Ilustrasi situasi ibukota saat PPKM. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/TORO

(Vibizmedia-Nasional) Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan per 5 September 2021, Pulau Jawa – Bali menjadi yang tertinggi pada semua indikator, meliputi kasus positif terhadap nasional, persentase kesembuhan, persentase kematian dan persentase kasus aktif.

Menurutnya, hal ini dapat terjadi karena pulau Jawa – Bali mendominasi populasi di Indonesia. Terdapat juga didalamnya ibukota, sehingga aktivitas sosial ekonominya cenderung lebih padat.

Meski demikian, ada kabar baik perkembangan di Jawa – Bali karena kasus positif dibandingkan 1 bulan lalu, telah turun sebesar 74%. “Ini adalah perkembangan yang sangat baik,” Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jumat, 10 September 2021.

Meski demikian, yang perlu diperhatikan adalah pulau Maluku – Papua. Meskipun menduduki urutan terakhir pada kasus positif, kesembuhan dan kematian, namun kasus aktifnya menduduki peringkat ke – 4 sebesar 8,6%. Ini artinya perlu fokus khusus pada penanganan pasien Covid-19 yang masih sakit di pulau tersebut agar segera sembuh.

Para gubernur di Pulau Maluku – Papua diminta berfokus pada peningkatan pelayanan kesehatan dan ketersediaan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan. Lakukan sinkronisasi data antara pusat dan daerah untuk terus diupayakan agar data perkembangan Covid-19 di wilayahnya dapat terus akurat.

Upaya ini, dimohon juga dilakukan seluruh wilayah di Indonesia. Dan untuk masing-masing kepala dinas kabupaten/kota segera melakukan sinkronisasi data dan berkoordinasi dengan Pusdatin Kemenkes. Dalam hal sinkronisasi, daerah lain dapat belajar dari Depok karena mampu menyelesaikan sinkronisasi 17 ribu kasus dalam 1 minggu

Selain itu, Wiku mengingatkan kepada masing-masing provinsi penyumbang kasus tertinggi dari keenam pulau di Indonesia. Diantaranya Pulau Sumatera di Riau (20,52%), Pulau Jawa – Bali di DKI Jakarta (30,38%), Pulau Kalimantan di Kalimantan Timur (45,41%), Pulau Sulawesi di Sulawesi Selatan (46,63%), Pulau Nusa Tenggara di
NTT (69%) dan Pulau Maluku – Papua di Papua (40%)

Dimohon seluruh gubernur provinsi tersebut agar memperhatikan perkembangan di wilayahnya. Teruslah berupaya menekan semaksimal mungkin, agar kasus tidak semakin bertambah.

“Maksimalkan Pengawasan kepatuhan protokol kesesehatan utamanya pada tempat fasilitas umum dan fasilitas sosial melalui satgas pokso fasilitas publik. Lalu, perkuat pokso desa untuk memastikan penanganan tingkat terkecil,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here