Awas Risiko Cyber Crime Mengintai Saat Anda Melakukan Transaksi Bank Digital

0
121

(Vibizmedia– Tahukah Anda) – Sesuai dengan perkembangan zaman, apalagi di saat pandemi Covid-19 di mana mobilitas orang terbatas maka transaksi menggunakan bank digital menjadi hal yang lazim digunakan. Dan semakin banyak perusahaan menawarkan transaksi dengan menggunakan bank digital karena efisien tidak perlu keluar rumah cukup dengan modal handphone Anda dapat melakukan transaksi pembayaran. Bahkan tidak jarang para pemain bank digital mengklaim paling canggih dan selalu menyebut mengutamakan kepentingan nasabah.

Namun, di balik kecanggihan yang ditawarkan ada risiko yang mengancam pengguna bank digital tersebut dan sayangnya hal ini jarang dibicarakan. Ancaman itu baru terungkap dari laporan Kaspersky ancaman seluler untuk kuartal II 2021 di Asia Tenggara. Perusahaan keamanan siber global itu memantau peningkatan 60% serangan trojan mobile banking berbahaya yang terdeteksi dan diblokir di wilayah tersebut.

Bagaimana ancaman itu dapat terjadi?

Pelaku kejahatan trojan mobile banking menargetkan mencuri dana langsung dari rekening bank seluler (mobile banking). Biasanya mereka menawarkan program aplikasi transaksi pembayaran dengan menggunakan bank digital yang mereka buat. Program berbahaya ini biasanya terlihat seperti aplikasi keuangan resmi. Tapi ketika korban memasukkan kredensial untuk melakukan akses menuju rekening bank, penyerang mendapatkan akses ke informasi pribadi tersebut.

Sejak awal tahun 2021, produk Kaspersky menggagalkan sebanyak 708 insiden di enam negara Asia Tenggara. Jumlah itu 50% dari total jumlah trojan mobile banking yang diblokir pada tahun 2020 sebanyak 1.408. Indonesia dan Vietnam mencatat jumlah insiden terbanyak selama semester pertama tahun ini. Namun, secara global, kedua negara tersebut tidak termasuk dalam 10 besar negara yang terkena dampak ancaman ini. Vietnam berada di peringkat ke-27 sedangkan Indonesia di urutan ke-31 pada Juni tahun ini.
Lima negara dengan jumlah deteksi trojan mobile banking terbanyak pada kuartal II 2021 adalah Rusia, Jepang, Turki, Jerman, dan Prancis.

Sementara jumlah serangan trojan mobile banking di Asia Tenggara terpantau masih rendah. Namun dari periode April hingga Juni tahun ini, Kaspersky mendeteksi lebih banyak dibandingan periode yang sama tahun lalu. Yaitu 367 versus 230 deteksi. Ini menunjukkan pandemi yang berkelanjutan memaksa pengguna untuk mulai menggunakan sistem pembayaran seluler, dan cashless menjadi lebih umum.

Jadi bagi Anda yang sering melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan bank digital perlu waspada terhadap tawaran program pembayaran menggunakan bank digital. Lengkapi perangkat handphone Anda dengan two verification security sebelum melakukan transaksi yaitu:
1. Gunakan PIN yang diberikan oleh bank yang menyediakan layanan digital banking.
2. Gunakan selalu security yang tersedia di handphone Anda seperti sidik jari, password, dan lain-lain.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here