Bisnis PayLater, Tren Bisnis yang Diminati di Era Digital Keuangan

0
115
Sumber:BEI

(Vibizmedia – Kolom) – Seiring kemajuan teknologi, muncul banyak fitur baru yang memudahkan konsumen dalam bertransaksi. Salah satunya adalah PayLater, yang menjadi suatu tren baru di era digital keuangan karena melahirkan cara lebih mudah dalam pembayaran, yang selama ini konsumen sulit mendapatkan dari perbankan. Dengan persyaratan minimal dan cara daftar mudah, pengguna langsung menerima dan menyukai PayLater.

Apa itu PayLater?

PayLater adalah fasilitas pembiayaan yang memberikan penundaan pembayaran – tidak perlu bayar sekarang dan bisa bayar nanti secara mencicil. Ini adalah cara pembayaran dengan cicilan selama beberapa bulan. Tepatnya adalah cara pembayaran dengan cicilan untuk belanja online.

Prosesnya yang mudah dan cepat membuat banyak orang tertarik menggunakan layanan PayLater. Namun, di balik itu, bunga dan biaya PayLater tidak murah. Misalnya, Anda beli kopi lalu membayar dengan Gopay, maka aplikasi Gojek akan memberikan dua pilihan, yaitu bayar tunai via Gopay sekarang atau bayar nanti dengan Gojek PayLater.

Hal yang sama berlaku saat kita pesan hotel di Traveloka atau beli barang di Tokopedia. Di kedua tempat ini, kita punya pilihan untuk membayar nanti. Jadi dana talangan untuk beli barang adalah PayLater. Fitur ini merupakan kredit, namun berbeda dengan kredit yang ditawarkan oleh bank.

PayLater menarik karena cara daftar dan penggunaan PayLater dilakukan lewat aplikasi di ponsel yang sangat mudah dibandingkan pembayaran dengan cicilan di bank. Selama ini, konsumen selalu punya pandangan buruk saat mengajukan kredit atau pinjaman ke bank – proses lama, ribet, banyak syarat dan sulit disetujui.

Paylater justru kebalikannya. Proses lebih mudah, cepat, minim syarat, cukup lewat ponsel dan relatif mudah disetujui. Ujungnya bisa diduga, cara pembayaran PayLater laris manis di konsumen belanja online. Meskipun, bunga PayLater jauh lebih mahal dibandingkan kartu kredit atau bahkan KTA bank, banyak yang tetap memilih menggunakan PayLater. Ada sejumlah aplikasi PayLater di Indonesia, di antaranya ada OVO PayLater, Shopee PayLater, Gojek PayLater, Traveloka PayLater, Tokopedia PayLater, dll.

Kita bahas misalnya tentang OVO Paylater

OVO Paylater adalah cicilan tanpa kartu kredit untuk belanja di Tokopedia dan di merchant kerjasama dengan OVO. OVO PayLater memberikan Credit Limit kepada pengguna yang bisa memakai OVO untuk membayar transaksi. Fitur ini memberikan kesempatan pemakai OVO menunda pembayaran dengan beli sekarang dan pembayaran nanti sesuai cicilan tenor yang konsumen tentukan. Paylater menawarkan beberapa pilihan cicilan tenor, sebagai berikut: 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.

Konsumen tidak bisa menggunakan OVO PayLater untuk meminjam dana tunai karena pembiayaan PayLater OVO harus digunakan untuk pembeliaan barang. Namun keunggulannya Anda dapat membeli barang kapan saja, tetapi bayarnya bisa di akhir bulan. Demikian juga, disebutkan bahwa Anda dapat melihat semua riwayat transaksi di halaman OVO, serta pembayaran tagihan dapat dilakukan lewat Indomaret, mesin ATM, virtual account, dan lain-lain.

Perkembangan Bisnis PayLater
Bisnis paylater atau yang dikenal dengan layanan cicilan skema bayar tunda atau buy now pay later (BNPL) memang tengah berkembang pesat secara global di tengah tren belanja online. Sehingga tidak heran perbankan saat ini juga tidak mau ketinggalan berebut pangsa kue di pasar ini.

Mari kita simak beberapa bank yang akan mengembangkan atau sudah terjun dalam layanan Paylater ini.

Misalnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) disebutkan akan mengembangkan layanan paylater. Perbankan pelat merah ini merencanakan akan meluncurkan layanan tersebut pada kuartal IV-2021.
Berdasarkan informasi dari SVP Micro & Personal Loan Bank Mandiri Nurkholis M.Wahyudi, potensi pasar pertama yang dilihat saat ini adalah nasabah existing atau yang sudah punya rekening di Bank Mandiri. Rencananya limit awal yang akan ditawarkan Mandiri Paylater sampai dengan Rp 5 juta, namun demikian tidak tertutup kemungkinan Bank Mandiri juga meningkatkan layanan ini hingga Rp 20 juta. Sebagai mitigasi resiko dari layanan paylater ini, perusahaan juga masih mengkaji untuk bekerjasama dengan perusahaan asuransi (sumber: Kontan.co.id, 9 September, 2021).
Untuk menjalankan paylater, perusahaan kabarnya akan menjalin kerjasama dengan e-commerce dan kini tengah melakukan penjajakan dengan Tokopedia, Traveloka, dan lain-lain.

Lain halnya dengan BRI yang sudah menggandeng Traveloka untuk menyediakan layanan Paylater. Berdasarkan informasi dari Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo, saat ini BRI memiliki empat produk kredit digital yaitu Traveloka PayLater, Ceria, KECE dan Pinang melalui BRI Agro. Merujuk laporan keuangan BRI, total penyaluran kredit digital BRI mencapai Rp 921,9 miliar. Kerjasama antara BRI dan Traveloka, juga merilis Paylater Card. Hingga Juni 2021, BRI telah menyalurkan kredit lewat Traveloka PayLater mencapai Rp 556,8 miliar. Adapun outstanding-nya mencapai Rp 433,7 miliar dengan jumlah pengguna 49.053 orang (Paparan Public Expose, 9 September 2021) – sumber Kontan.co.id

Selain itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pun tertarik masuk ke layanan paylater. Namun, Santoso Liem, Direktur BCA mengatakan, rencana itu masih dalam pembahasan dan eksplorasi di internal bersamaan dengan beberapa fitur-fitur digital banking lainnya yang akan dikembangkan.

Perlu diketahui saat ini, BCA telah memiliki BCA mobile dan KlikBCA sebagai layanan digital andalan nasabah dalam melakukan beragam jenis transaksi perbankan. BCA melihat bahwa tren digitalisasi ini akan terus berlanjut, seperti terlihat dari jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking perseroan yang tumbuh secara eksponensial.
Di tengah tantangan pandemi saat ini, BCA mencermati transaksi digital terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tercatat transaksi internet banking BCA naik 33% dari 750 juta transaksi menjadi 1 miliar transaksi. Begitupun dengan transaksi mobile banking BCA melonjak 66% yoy dari 1,41 miliar kali menjadi 2,35 miliar kali per Juni 2021 (Sumber: Kontan.co.id, 9 September, 2021).

Sejalan dengan perkembangan dunia yang sudah memasuki era digital saat ini ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlanjut entah sampai kapan sehingga mobilitas masyarakat juga terbatas, ditambah pula dengan perkembangan dunia global menuju cashless society, maka layanan PayLater menjadi bisnis yang diminati untuk dikembangkan dan diimplementasikan bukan hanya perbankan tetapi sektor jasa keuangan lainnya. Namun tentu saja setiap peluang bisnis seperti ini harus diperhitungkan juga risiko yang akan dihadapi bagi penyelenggaraan layanan tersebut baik dari segi security atas perangkat aplikasi yang digunakan maupun dari sisi konsumen pengguna layanan tersebut.

Apa saja risiko yang perlu dicermati?

Risiko bagi konsumen pengguna PayLater adalah jika tidak pandai mengatur uang dengan baik, bisa mengalami jeratan utang atau cicilan yang melilit karena menggunakan fitur paylater tersebut membuat pengguna terlena karena dapat membeli barang terlebih dahulu dan membayarnya di kemudian hari. Oleh karena itu Anda perlu memahami fitur paylater terlebih dahulu agar bisa terhindar dari cicilan yang melilit.

Risiko lain yang perlu diketahui adalah risiko cyber-crime yang saat ini marak dilakukan khususnya peretasan identitas karena transaksi digital. Meskipun setiap aplikasi sudah menyiapkan keamanan tinggi, risiko tersebut masih ada, dimana para kriminal meretas database di akun transaksi Anda dan menggunakannya untuk hal yang tak bertanggung jawab.

Untuk mengantisipasi hal ini maka bagi bank yang menyediakan layanan bank digital harus selalu mengingatkan risiko ini bagi para nasabahnya dengan selalu melakukan pengamanan transaksi dengan menggunakan two verification security pada perangkat handphone nasabah sebelum melakukan transaksi yaitu:
1. Gunakan PIN yang diberikan oleh bank yang menyediakan layanan digital banking. Dan dilarang memberitahukan PIN kepada siapapun karena ini sifatnya rahasia.
2. Gunakan selalu security yang tersedia di handphone seperti sidik jari, password, dan lain-lain.

Dengan memperhatikan risiko tersebut dan melakukan tindakan antisipasi maka Anda dapat menggunakan PayLater dalam melakukan transaksi bank digital dengan aman. Selamat mencoba.

 

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting
Editor : Asido Situmorang

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here