Airlangga: Pemulihan Ekonomi Terus Berlanjut dan Nilai Ekspor Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

0
73
Ilustrasi Forwarder dengan klasifikasi ekspor siap membawa minyak ke pelabuhan untuk dikapalkan dan diekspor ke Malaysia dan Inggris (Foto: Togu Hasiholan / Vibizmedia)

(Vibizmedia – Nasional) Rilis Badan Pusat Statistik, Rabu (15/09/202), menunjukkan Neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 performanya meningkat dibanding bulan lalu. Nilai perdagangan Indonesia pada periode Agustus 2021 tercatat mengalami surplus 4,74 miliar Dolar Amerika Serikat (AS), melanjutkan tren surplus sejak Mei 2020 atau surplus selama 16 bulan berturut-turut.

Nilai surplus tersebut bahkan merupakan rekor tertinggi sejak Desember 2006 sebesar 4,64 Dolar AS. Performa surplus yang impresif tersebut ditopang oleh peningkatan ekspor Indonesia yang terakselerasi pada Agustus 2021 dengan mencapai 21,42 miliar Dolar AS, meningkat double digit sebesar 20,95 persen (month-to-month/mtm) atau 64,10 persen (year-on-year/yoy).

Nilai ekspor tersebut sekaligus tercatat sebagai rekor tertinggi baru bagi ekspor Indonesia, menembus rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah terjadi sebelumnya pada Agustus 2011 yang sebesar 18,60 miliar Dolar AS.

“Pencapaian ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Indonesia yang terus berlanjut sejalan dengan pemulihan permintaan global. Hal ini ditunjukkan dengan terus meningkatnya volume ekspor dan harga komoditas andalan Indonesia seperti batu bara sebesar 11,04 persen (mtm) dan CPO sebesar 6,85 persen (mtm),” ujar Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/09/2021).

Peningkatan ekspor Indonesia juga mengonfirmasi perbaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia Agustus 2021 yang meningkat menjadi 43,7 dari sebelumnya berada di level 40,1 pada Juli 2021. Level PMI Indonesia juga lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN, seperti Myanmar (36,5), Vietnam (40,2), dan Malaysia (43,4).

Peningkatan ekspor terbesar Indonesia pada Agustus 2021 terjadi pada komoditi lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar 1.544,8 juta Dolar AS, bahan bakar mineral (HS 27) sebesar 573,2 juta Dolar AS, dan bijih logam (HS 26) sebesar 213,1 juta Dolar AS.

Sejalan dengan peningkatan ekspor, sisi impor Indonesia pada Agustus 2021 mencapai 16,68 miliar Dolar AS, meningkat sebesar 10,35 persen (mtm) atau 55,26 persen (yoy). Mobilitas masyarakat yang mulai meningkat seiring dengan pelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat menjadi indikasi penyebab peningkatan.

“Kenaikan impor pada Agustus 2021 ditopang oleh peningkatan impor barang modal sebesar 34,56 persen (yoy) dan bahan baku/penolong sebesar 59,59 persen (yoy) yang menunjukkan peningkatan kapasitas produksi industri di Indonesia serta geliat ekonomi Indonesia yang terus pulih,” ungkap Airlangga.

Struktur impor Indonesia pada Agustus 2021 didominasi oleh impor bahan baku/penolong yang mencapai 74,20 persen dari total impor, kemudian disusul oleh barang modal mencapai 14,47 persen, dan barang konsumsi sebesar 11,33 persen. Struktur tersebut mengindikasikan perekonomian Indonesia yang produktif melalui penciptaan nilai tambah yang lebih besar, baik untuk kebutuhan domestik maupun untuk diekspor kembali. Dorongan untuk Ekspor Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Performa positif ekspor Indonesia tidak terlepas dari peran berbagai pihak termasuk kontribusi para pelaku IKM yang mampu bertahan di tengah gejolak pandemi COVID-19,” ujar Menko Airlangga.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani
Foto:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here