Harga Nikel Turun Profit Taking di Akhir Minggu

0
77

(Vibiznews – Commodity) – Harga  nikel pada penutupan pasar hari Jumat turun karena profit taking di akhir minggu namun perkiraan harga masih akan naik karena kekhawatiran akan persediaan, setelah pemerintah Indonesia menaikkan pajak ekspor untuk produk yang mengandung bahan untuk “stainless steel” .

Para pedagang melakukan profit taking di New York sehingga harga nikel di London Metal Exchange (LME) turun 0.2% menjadi $19,360 per ton. Harga nikel yang digunakan untuk kendaraan listrik menyentuh harga $20,705 per ton pada minggu lalu harga tertinggi sejak Mei 2014.

Persediaan sedikit, permintaan semakin meningkat diatas perkiraan dan persediaan tidak selalu meningkat, berita bahwa Indonesia akan menaikka pajak ekspor membuat kenaikan harganya menjadi terbatas.

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia sedang mempertimbangkan untuk menaikkan pajak ekspor dari produk nikel yang mengandung 70% bahan nikel untuk meningkatkan perluasan dari industri pembuatan bahan nikel domestik.

Persediaan nikel di gudang LME turun 35% sejak April menjadi 171,714 ton.

Aluminium :

Harga logam yang digunakan untuk transportasi dan industri peti kemas diperdagangkan mendekati harga 13 tahun tertinggi, karena diperkirakan dengan berkurangnya produksi aluminiumdi Cina membuat kekurangan persediaan pada tahun ini.

Hasil aluminium Cina di bulan Agustus turun empat bulan berturut-turut menjadi 3.16 juta ton, pembatasan produksi logam dan bahan bakar yang digunakan ditambang-tambang sangat kurang.

Kenaikan harga terjadi karena kekhawatiran gangguan masalah politik yang terjadi di Guinea penghasil bauxite terbesar bahan pembuatan aluminium.

Harga aluminium kontrak tiga bulan naik 0.2% menjadi $2,885 .50

Harga logam lainnya:

Tembaga turun 0.5% menjadi $9,31 per ton

Zinc turun 0.1% menjadi $3,078

Lead turun 1.2% menjadi $2,180

Dan timah naik 0.3% menjadi $34,140.

Analisa tehnikal untuk nikel di LME support pertama $19.35 dan berikutnya $19.31 dan resistant pertama $19.43 dan berikut $19.47.

Saham-saham tambang juga mengalami dampak akan penurunan harga nikel pada penutupan pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Jumat :

ANTM ( Aneka Tambang Tbk) turun 10 point (0.42%) menjadi 2,400

INCO (Vale Indonesia Tbk) turun 10 point (0.21%) menjadi 4,850

NIKL ( Pelat Timah Nusantara Tbk) naik 10 point (0.91%) menjadi 1,110

TINS (Timah Tbk ) naik 5 point (0.34%) menjadi 1,485

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here