Berbagi Kebaikan: Kolaborasi BUMN Sediakan 25 Ribu Vaksin

0
80
(Photo: Kemen BUMN)

(Vibizmedia-Berbagi Kebaikan) Bakti Untuk Negeri merupakan Program Kementerian Perhubungan dalam Rangkat Harhubnas Tahun 2021 berkolaborasi dg TNI-Polri, Kementerian BUMN, Pemprov & Pemkab dalam upaya penanganan dan percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

BUMN yang bergabung antara lain adalah PT Jasa Raharja, Pertamina, Angkasa Pura, Pelindo II dan Telkom Indonesia. Salah satu programnya adalah vaksinasi yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa 500 ribu masyarakat sudah divaksin melalui Bakti Untuk Negeri. Kali ini kita siapkan 25 ribu dosis vaksin untuk Soloraya dengan pembagian yang proporsional melalui puskesmas.

Kegiatan tersebut juga digelar bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional 2021. Dengan tema ‘Bergerak Harmonikan Indonesia’.

Dalam kesempatan tersebut, kedatangan Menhub juga didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, Dirut PT Jasa Raharja Rivan Ahmad Purwantono, Direktur Operasional Dewi Aryani Suzana, Direktur Hub. Kelembagaan Munadi Herlambang, Kepala Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah Jahja Joel Lami, Wakil Bupati Boyolali Wahyu Irawan, dan sejumlah perwakilan BUMN yang terlibat.

Budi Karya tambahkan bahwa capaian vaksin di Kota Solo sudah hampir 100 persen, sementara daerah sekitarnya belum mencapai 50 persen, untuk itu kita dukung daerah Soloraya untuk mempercepat vaksinasi.

Dirut PT Jasa Raharja, Rivan Ahmad Purwantono, menyatakan dukunganmya atas upaya percepatan vaksinasi. Dia sampaikan bahwa mereka siap mendukung penuh upaya pemerintah menekan laju penyebaran covid19, salah satunya dengan melakukan percepatan vaksin untuk masyarakat.

Kakorlantas Polri, Irjenpol Istiono, berikan apresiasi atas soliditas dan kekompakan modal bersama akan mendukung percepatan vaksinasi.

“Sinergitas dan soliditas diperlukan untuk mendukung upaya percepatan pemulihan pandemi covid19. Termasuk soal pengaturan pembatasan mobilitas harus tetap terjaga, agar tidak euforia seperti di tempat wisata. Hingga pemerintah menetapkan kita ada pada kenormalan baru.” Irjenpol Istiono ungkapkan juga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here