Harga Minyak Sawit Turun Review Mingguan Minyak Sawit 13 – 17 September

0
64

(Vibizmedia – Commodity) – Harga minyak sawit mengalami penurunan pada seminggu lalu turun 0.54% dari minggu sebelumnya, mengikuti penurunan harga komoditas karena menguatnya indeks dolar AS sehingga indeks saham dunia turun, harga minyak mentah turun, harga saham turun dan kekhawatiran akan penurunan perekonomian global.

Harga minyak sawit Malaysia Desember pada hari Senin 20 September 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 5.37% pada awal pasar dan ditutup turun 94 ringgit atau 2.21% menjadi 4,167 ringgit ($994.51) per ton .

Harga minyak sawit turun sejak minggu lalu karena the Malaysian Palm Oil Board (MPOB) meningkatkan perkiraan persediaan akhir di Agustus.

Ekspor Malaysia dari 1 –2o September naik 38% menjadi 1,089,071 ton pada minggu yang sama pada bulan Agustus, menurut Amspec Agri pada hari Senin, ekspor menurun dari kenaikan 54% pada 1-15 September.

Pajak ekspor Malaysia untuk CPO (Crude Palm Oil) sebesar 8% tetapi menaikkan harga referensi menjadi 4,472.46 ringgit per ton menurut MPOB.

Pada akhir minggu lalu, Harga minyak sawit ditutup turun ke harga terendah dua minggu sehingga turun tiga minggu berturut-turut karena turunnya harga minyak kedelai dan pendapatan import kecil sehingga mengurangi permintaan.

Pergerakan harga minyak sawit pada minggu lalu dari tanggal 13 September sampai 17 September 2021:

  • Harga minyak sawit Desember pada hari Jumat 17 September 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 104 ringgit atau 2.4% menjadi 4,225 ringgit ($1,013.92) per ton
  • Hari Kamis 16 September 2021 Bursa Tutup, Hari Libur di Malaysia,
  • Harga minyak sawit Nopember pada hari Rabu 15 September 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 98 ringgit atau 2.26% menjadi 4,438 ringgit ($1,067.60 per ton tertinggi sejak 9 September
  • Harga minyak sawit Nopember pada penutupan pasar hari Selasa 14 September 2021 naik 20 ringgit, atau 0.46% menjadi 4,338 ringgit ($1,042.79) per ton
  • Harga minyak sawit Nopember pada hari Senin 13 September 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 42 ringgit atau 0.98% menjadi 4,320 ringgit ($1,041.21 ) per ton

Pergerakan harga pada minggu lalu disebabkan oleh:

  • Penurunan harga minyak sawit ini karena tren turun dari harga minyak nabati global karena India sebagai pembeli utama dari minyak sawit melakukan perubahan pajak impor dua minggu sekali sehingga harga minyak sawit kurang kompetitif dibanding harga minyak bunga matahari dan harga canola.
  • Cina tidak melakukan pembelian karena keuntungan impor negatif dan menghadapi libur panjang dari hari Sabtu sampai pasar dibuka kembali hari Rabu.
  • The Malaysian Human Resources Ministry pada hari Kamis bahwa telah menyetujui untuk memberi pekerjaan bagi 32,000 pekerja asing di industri penanaman sawit, memberi harapan untuk mengatasi kekurangan pekerja dalam dalam produksi minyak sawit.
  • Penjualan terjadi di Bursa Malaysia pada mengikuti penurunan dari minyak nabati global, karena diperkirakan para importir akan menghindari pembelian minyak sawit untuk beberapa waktu ini.
  • Di Indonesia pada pedagang memperkirakan pertumbuhan produksi minyak sawit turun pada sisa hari tahun 2021, penurunan produksi biodiesel juga menyebabkan harga minyak sawit turun.
  • Setelah kenaikan produksi pada bulan Agustus maka pada bulan September produksi diperkirakan  jumlahnya  sama, jika tidak terjadi demikian maka produksi akan kembali melemah.
  • Menurunnya pajak impor India untuk mengurangi inflasi harga bahan makanan, maka harga minyak sawit masih bisa bersaing.
  • Hasil minyak sawit dibulan Agustus naik 11.8% dari bulan lalu menjadi 1.7 juta ton menurut the Malaysian Palm Oil Board minggu lalu.
  •  Produksi minyak sawit Indonesia pada semester ke dua 2021 diluar perkiraan, karena  akibat kekeringan di 2019 dan kekurangan penggunaan pupuk produksi bisa turun.
  • Hujan yang turun menyebabkan banjir di Kalimantan Tengah dan Timur Kalimantan sejak bulan Agustus, tanda-tanda musim monsoon di Asia Tenggara akan membuat hasil sawit berkurang.
  • Impor minyak sawit India dibulan Agustus naik 2 % dari tahun lalu menjadi 750,134 ton tertinggi dalam 3 bulan, karena pembeli menaikan pembelian minyak sawit untuk mempersiapkan kebutuhan festival  di India yang diadakan setahun sekali.
  • Impor minyak sawit olahan oleh India di bulan Agustus naik ke 187,471 ton naik dari 0 pada tahun lalu. India membeli minyak kedelai di pertengahan Agustus naik dari tahun lalu menjadi 182,459 ton, sementara impor minyak bunga matahari naik 55% menjadi 71,349 ton.

Kesimpulan:

Harga minyak sawit mengalami penurunan karena pengaruh melemahnya harga dari minyak kedelai di CBOT dan juga melemahnya harga minyak mentah, harga biji-bijian penghasil minyak nabati sedang mengalami penurunan karena mendekati panen, cuaca yang membaik sehingga hasil panen diperkirakan naik.

Di negara penghasil minyak sawit sendiri Indonesia dan Malaysia terjadi kenaikan persediaan karena produksi yang meningkat, cuaca yang baik dan musim panen dimulai bulan September membuat hasil panen sawit meningkat.

Ekspor juga mengalami penurunan setelah membaiknya import India pada bulan ini, terjadi penurunan lagi impor India karena harga minyak sawit lebih mahal ditambah pajak impor yang disesuaikan tiap 2 minggu sekali sehingga impor India turun, dan Cina sedang tidak melakukan pembelian minyak sawit.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 4,070 ringgit dan berikut ke 3,980 ringgit sedangkan resistant pertama di 4,340 ringgit dan berikut ke 4,440 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here