Kunjungi 3 Satker Imigrasi dan Pemasyarakatan Di Kota Batam

0
55

(Vibizmedia – Nasional) Batam,- 23 September 2021. Agenda kunjungan kerja Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI Razilu terus berlanjut di kota Batam. Hari ini beliau melakukan kunjungan kerja di 3 Unit Pelaksana Teknis (UPT)  sekaligus yakni Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Rumah Tahanan Kelas IIA Batam dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam.

Mendapatkan kesempatan pertama adalah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam. Kehadiran beliau disambut langsung dengan yel-yel WBBM dan pemasangan tanjak sebagai tanda penghormatan  kepada tamu besar.

Didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepulauan Riau Husni Thamrin dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Dwinastiti, Irjen Kemenkumham mengawali lawatannya dengan memberikan penguatan dan pengarahan kepada tim pokja Zona Integritas  Wilayah Birokrasi Bersih Melayani ( WBBM ) Kanim Batam yang bertempat di Aula Kanim Batam.

Memulai paparan nya Irjen Razilu mengulas tiga hal dasar yang harus dilakukan oleh Kantor Imigrasi manapun dalam menciptakan inovasi. Tiga hal tersebut merupakan landasan utama agar inovasi yang diciptakan optimal.

“ Pertama kemudahan layanan, ketika Bapak Ibu di Kanim Batam membuat program unggulan tapi tidak memberikan kemudahan bagi publik itu tidak ada gunanya. Kedua karakter dari inovasi dari program unggulan adalah kecepatan, silahkan dilakukan percepatan dalam pelayanan sehingga masyarakat bisa menikmati nya dengan cepat. Ketiga adalah pembuatan inovasi yang harus berdasar hal baru yang benar benar bermanfaat”, ujarnya.

Beliau pun mengungkapkan bagaimana dalam pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2021 diperlukan komitmen yang kuat dan integritas dalam hati bukan hanya sekedar ucapan semata.

“ Pembangunan Zona Integritas akan berjalan dengan baik apabila melakukan dua hal secara berirama yaitu kita perlu melahirkan inovasi untuk program unggulan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi sehingga tugas dan fungsi kita bisa berjalan di atas inovasi. Membangun zona integritas bukan mencari predikat, namun memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat “, imbuhnya.

Selanjutnya Irjen mengungkapkan apresiasinya atas inovasi yang telah di lakukan oleh Kanim Batam, “ dari video profile yang saya lihat tadi, Kanim Batam telah melakukan berbagai inovasi yang bagus, namun perlu diperhatikan beberapa hal agar Inovasi dapat terus berjalan dengan optimal antara lain perbaikan dalam SOP Inovasi, brainstorming  dengan seluruh jajaran Kanim untuk meningkatkan inovasi yang pemanfaatannya untuk publik bukan internal ” , jelasnya.

Agenda kunjungan kerja Irjen selanjutnya menuju ke Tempat Pemeriksaan Imigrasi ( TPI ) Batam Center. Disini beliau berkeliling melihat sarana dan prasarana pelayanan publik yang ada di pos TPI Batam Center. Dimasa pandemi covid seperti saat ini, aktifitas yang biasanya ramai di TPI Batam Center nampak sepi karena tidak ada keluar masuk WNA/WNI dari luar negeri.

Usai dari Pos TPI Batam Center, selanjutnya Inspektur Jenderal melanjutkan kunjungan kerjanya dengan mengunjungi Rutan Kelas IIA Batam dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam. Di Rutan Batam Irjen dan rombongan melihat secara langsung kondisi blok hunian dan tempat pendaftaran layanan kunjungan.

Untuk pengarahan dan penguatan di laksanakan di Lapas Kelas IIA Batam yang diikuti oleh jajaran Rutan Batam dan Lapas Batam. Dalam penguatannya kali ini, Irjen menyampaikan beberapa hal terutama terutama terkait pelayanan yang diberikan oleh petugas  pemasyarakatan, dimana dalam hal ini  harus selalu  prima terutama jika ingin mendapatkan predikat WBK Tahun 2021.

“ Pembangunan zona integritas bukan hanya pelayanan diatas kertas saja , namun harus diaktualisasikan secara nyata dalam menjalankan tugas dan fungsi. Melayani harus dengan sepenuh hati bukan sepenuh harapan, karena jika dilaksanakan dengan sepenuh harapan akan mengakibatkan apabila tidak sesuai dengan harapan maka akan mempersulit pelayanan yang diberikan.” ujarnya.

Kemudian Irjen berharap pembangunan Zona Integritas WBK ini bukan hanya untuk meraih predikat semata namun perilaku nyata yang berkelanjutan bagi seluruh satuan kerja.

“ Pembangunan zona integritas tidak hanya sekedar dokumen belaka namun harus secara nyata diterapkan dalam pekerjaan sehari- hari. Meskipun sebuah satuan kerja tidak mendapatkan WBK, saya berharap satuan kerja tersebut tidak berputus asa namun menguatkan pembangunan zona integritas di satkernya dengan terus mempermudah pelayanan dengan mengembangkan berbagai inovasi ” , pungkasnya.

Sumber : Humas Kemenkumham Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here