Review Mingguan Pasar Kopi, Gula dan Kakao

0
45

(Vibizmedia – Commodity) – Untuk komoditas kopi, kakao dan gula pada minggu ini masih naik  untuk kopi sedangkan harga gula dan kakao masih turun, naiknya harga kopi karena produksi  Brazil berkurang karena cuaca dan menjadi potensi bagi kita dengan produk kopi lokal yang dapat dipasarkan ke pasar Internasional, namun saat ini hambatan terjadi karena pandemi covid belum berlalu.

Pada penutupan pasar hari Jumat 24 September harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 2 minggu dan harga kopi Robusta naik. Harga gula turun melemahnya real Brazil dan harga kakao turun persediaan naik di Ivory Coast.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 2 minggu, harga kopi Arabika naik karena persediaan kopi Arabika di Brazil berkurang karena perkiraan hujan terbatas di Brazil.

Harga gula pada hari Jumat turun karena melemahnya real Brazil terhadap dolar melemah 0.85% mencapai kurs terendah 1 bulan.

Harga kakao pada hari Jumat turun untuk hari keduanya, dengan harga kakao di New York turun ke harga terendah 3 minggu dan harga kakao di London turun ke harga terendah 1 ½ minggu. Persediaan kakao melimpah di Ivory Coast, pemerintah Ivory Coast menerima kakao dari 1 Oktober –19 September naik 7 % dari tahun lalu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Desember di ICE New York naik $3.75 (1.97%) menjadi $194.35 dan harga kopi Robusta Nopember naik 0.09%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167. 011 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.633 juta kantong dari surplus 5.086 juta kantong di 2019/20 menurut ICO
  • Laporan ICO pada 31 Agustus bahwa total ekspor kopi global dari Oktober sampai Juli naik 2.1% dari tahun lalu menjadi 108.92 juta kantong.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Cecafe
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun menjadi 48.8 juta kantong menurut CONAB.
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulan Agustus turun 16% dari tahun lalu menjadi 915,000 juta kantong menurut The Colombia Coffee Growers Federation
  • Ekspor kopi global dari Oktober – Juli naik 2.1% tahun lalu menjadi 108.92 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi hijau di Brazil bulan Agustus turun 28% dari tahun lalu menjadi 2,336,646 kantong.
  • Ekspor kopi Robusta global di Oktober – Juni turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 35.234 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Agustus 2021 turun 6.9% dari tahun lalu menjadi 1.071 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS naik 0.9% dari bulan lalu menjadi 6.130 juta kantong tapi masih turun 9.1% dari tahun lalu.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $ 185 dan berikut ke $ 178 sedangkan resistant pertama di $ 195 dan berikut ke $ 201.

GULA
Harga gula Oktober di ICE New York turun 39 sen (2%) menjadi $19.93 dan harga gula putih Desember di ICE London turun 1.77%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 0.18% dari tahun lalu menjadi 170.638 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit 3.829 MMT dari defisit 1.453 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 10.5% dari tahun lalu 36.9MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT di 2020/21 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2021/22 sebesar 31 MMT naik dari perkiraan di 2020/21 sebesar 30.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand diperkirakan naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT menurut the Thailand Sugar Millers Corp.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $19.50 an berikut ke $ 19.30 sedangkan resistant pertama di $ 20.30 dan berikut ke $ 20.90

KAKAO
Harga kakao Desember di ICE New York turun $21 (0.80%) menjadi $2,591 per ton dan harga kakao Desember di ICE London turun 1.32%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 5. 14 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 4% dari tahun lalu menjadi 4. 860 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 230,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 19 September naik 7 % dari tahun lalu menjadi 2.45 MMT.
  • The Ghana Cocoa Board membeli 1.03 MMT kakao dari petani pada 1 Oktober sampai 2 Sept.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,580 dan berikut ke $2,570 sedangkan resistant pertama di $2,710 dan berikut ke $2,740

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here