Review Pasar Mingguan Untuk Kopi, Kakao, dan Gula

0
67

(Vibizmedia – Commodity) – Di akhir minggu harga  produk kopi dan kakao sedangkan harga gula turun. Pada penutupan pasar hari Jumat 01 Oktober harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 2 bulan dan harga kopi Robusta naik. Harga gula turun melimpahnya ekspor gula India dan harga kakao naik tinggi ke harga tertinggi 3 ½ minggu.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik tinggi dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 2 bulan. Pembelian kopi oleh pemilik dana karena tanda-tanda bahwa persediaan menurun di Brazil. Conab menurunkan perkiraan produksi kopi Arabika pada hari Selasa sebesar 8% menjadikan produksi sebesar 30.7 juta kantong dari perkiraan Mei 33.4 juta kantong . Turun 37% dari 48 juta kantong di 2020

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat turun karena melimpahnya ekspor gula India, negara produsen gula terbesar ke dua di dunia. The Indian Sugar Mills Association pada hari Jumat memperkirakan ekspor gula India menjadi 6 MMT di 2021/22 turun 15% dari tahun lalu sebesar 7.1 MMT di 2020/21

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat naik tinggi sehingga harga kakao di New York naik ke harga tertinggi 3 ½ minggu dan harga kakao di London naik ke harga tertinggi 6 ½ bulan. Permintaan kakao akan meningkat karena menurunnya penularan virus covid19. Persediaan kakao di AS dalam pengawasan ICE pada hari Kamis turun ke jumlah terendah 3 3.4 bulan.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Desember di ICE New York naik $10.05 (5.18%) menjadi $204.05 dan harga kopi Robusta di ICE London naik 1.98%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167. 011 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.633 juta kantong dari surplus 5.086 juta kantong di 2019/20 menurut ICO
  • Laporan ICO pada 31 Agustus bahwa total ekspor kopi global dari Oktober sampai Juli naik 2.1% dari tahun lalu menjadi 108.92 juta kantong.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Cecafe
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun menjadi 48.8 juta kantong menurut CONAB.
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulan Agustus turun 16% dari tahun lalu menjadi 915,000 juta kantong menurut The Colombia Coffee Growers Federation
  • Ekspor kopi global dari Oktober – Agustus naik 1.9% tahun lalu menjadi 118.96 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi hijau di Brazil bulan Agustus turun 28% dari tahun lalu menjadi 2,336,646 kantong.
  • Ekspor kopi Robusta di Brazil diperkirakan naik 4.5% dari tahun lalu menjadi 16.1 juta kantong menurut CONAB
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – September 2021 turun 4.2% dari tahun lalu menjadi 1.197 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS naik 0.9% dari bulan lalu menjadi 6.130 juta kantong tapi masih turun 9.1% dari tahun lalu.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $ 190 dan berikut ke $ 185 sedangkan resistant pertama di $ 205 dan berikut ke $ 209.

GULA
Harga gula Maret di ICE New York turun 28 sen (1.38%) menjadi $20.06 dan harga gula Desember di ICE London turun 0.37%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 0.18% dari tahun lalu menjadi 170.638 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit 3.829 MMT dari defisit 1.453 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 10.5% dari tahun lalu 36.9MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT di 2020/21 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2021/22 sebesar 31 MMT naik dari perkiraan di 2020/21 sebesar 30.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Ekspor gula India di 2020/21 turun 15% dari tahun lalu menjadi 6 MMT dari 7 MMT di 2020/19 menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand diperkirakan naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT menurut the Thailand Sugar Millers Corp.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $19.90 an berikut ke $ 19.30 sedangkan resistant pertama di $ 20.50 dan berikut ke $ 20.90

KAKAO
Harga kakao Desember di ICE New York naik $58 (2.19%) menjadi $2,710 per ton dan harga kakao di ICE London naik 0.48%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 5. 14 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 4% dari tahun lalu menjadi 4. 860 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 230,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 26 September naik 7 % dari tahun lalu menjadi 2.46 MMT.
  • The Ghana Cocoa Board membeli 1.05 MMT kakao dari petani pada 1 Oktober sampai 30 September 2021

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,600 dan berikut ke $2,540 sedangkan resistant pertama di $2,715 dan berikut ke $2,740

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here