Review Pasar Mingguan Kopi, Kakao, dan Gula

0
51

 (Vibizmedia – Commodity) – Di akhir minggu ini harga kopi Arabika, gula dan kakao masih naik kecuali harga kopi Robusta turun

Pada penutupan pasar hari Jumat 08 Oktober harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika naik dan harga kopi Robusta turun. Harga gula naik mengikuti kenaikan harga minyak mentah dan harga kakao naik tinggi optimisme permintaan akan naik.

Harga kopi penutupan pasar pada penutupan pasar hari Jumat mixed, Harga kopi naik setelah ICO menurunkan surplus kopi global sedangkan di London harga kopi Robusta masih turun.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat naik dengan harga gula di London naik keharga tertinggi 4 ½ tahun, mengikuti kenaikan dari harga minyak mentah yang naik ke harga tertinggi 7 tahun.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat naik namun masih di bawah harga hari tertinggi hari Senin. Harga kakao pada hari Senin mencapai harga tertinggi 9 ¾ bulan di New York dan harga kakao di London naik ke harga tertinggi 6 ¾ bulan, karena optimisme permintaan kakao meningkat setelah penularan virus covid turun, membuat pengetatan berkurang akibatnya pertumbuhan ekonomi naik.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Desember di ICE New York naik $3.45 (1.74%) menjadi $201.35 dan harga kopi Robusta Nopember di ICE London turun 0.09%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167. 011 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.39 juta kantong dari surplus 4.85 juta kantong di 2019/20 menurut ICO.
  • Laporan ICO pada 31 Agustus bahwa total ekspor kopi global dari Oktober sampai Juli naik 2.1% dari tahun lalu menjadi 108.92 juta kantong.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Cecafe
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 8% menjadi jumlah terendah 12 tahun sebesar 30.7 juta kantong dari perkiraan Mei di 33.4 juta kantong turun 37% dari 48.8 juta kantong di 2020 menurut CONAB
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulan September naik 23%% dari tahun lalu menjadi 1.091 juta kantong menurut The Colombia Coffee Growers Federation
  • Ekspor kopi global dari Oktober – Agustus naik 1.9% tahun lalu menjadi 118.96 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi hijau di Brazil bulan Agustus turun 28% dari tahun lalu menjadi 2,336,646 kantong.
  • Ekspor kopi Robusta di Brazil diperkirakan naik 4.5% dari tahun lalu menjadi 16.1 juta kantong menurut CONAB
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – September 2021 turun 4.2% dari tahun lalu menjadi 1.197 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS naik 0.9% dari bulan lalu menjadi 6.130 juta kantong tapi masih turun 9.1% dari tahun lalu.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $ 195 dan berikut ke $ 188 sedangkan resistant pertama di $ 207 dan berikut ke $ 212.

GULA
Harga gula Maret di ICE New York naik 45 sen (2.27%) menjadi $20.29 dan harga gula Desember di ICE London naik 1.80%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 0.18% dari tahun lalu menjadi 170.638 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit 3.829 MMT dari defisit 1.453 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 10.5% dari tahun lalu 36.9MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT di 2020/21 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2021/22 sebesar 31 MMT naik dari perkiraan di 2020/21 sebesar 30.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Ekspor gula India di 2021/22 turun 15% dari tahun lalu menjadi 6 MMT dari 7.1 MMT di 2020/21 menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand diperkirakan naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT menurut the Thailand Sugar Millers Corp.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $19.50 an berikut ke $ 19.20 sedangkan resistant pertama di $ 20.40 dan berikut ke $ 20.90

KAKAO
Harga kakao Desember di ICE New York naik $24 (0.88%) menjadi $2,750 per ton dan harga kakao Desember di ICE London naik 1.23%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 5. 14 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 4% dari tahun lalu menjadi 4. 860 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 230,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 27 September – 3 Oktober sebesar 1,341 MT, di bawah 7,446 MT di tahun lalu pada periode yang sama.
  • The Ghana Cocoa Board pada hari Rabu 6 Oktober membeli 1.05 MMT kakao dari petani pada 1 Oktober sampai 30 September 2021

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,680 dan berikut ke $2,600 sedangkan resistant pertama di $2,790 dan berikut ke $2,830

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here