Vinda Hoze Imah: Mendapat Mujizat Luar Biasa Dengan Berbagi

0
510

(Vibizmedia – Berbagi Kebaikan). “Dalam dunia kehidupan ini, kalau kita peduli, tentulah tidak ada orang yang susah.” Ini adalah pernyataan sederhana yang menjadi keyakinan seorang wanita asal Madura, Vinda Hoze Imah, bahwa asal ada keperdulian maka pastilah tidak ada orang yang mengalami kesusahan. Prinsip ini mendorongnya untuk melakukan aksi sosial dengan membagikan makanan gratis kepada mereka yang memerlukan.

Tuhan Kasih Kesempatan Untuk Berbagi

Di masa awal pandemi COVID-19 di tahun 2020 Vinda melihat langsung masyarakat di sekelilingnya mengalami berbagai kesulitan akibat pandemi COVID-19. Profesinya adalah therapist dan ia merantau dari Madura untuk bekerja di Jakarta. Karena tinggal di tempat kos di area perkampungan di Jakarta Barat, maka Vinda menyaksikan langsung situasi di sekelilingnya, bagaimana banyak masyarakat mengalami kesulitan disebabkan pandemi. Ia menangis melihat apa yang berlangsung. Meskipun sebenarnya dia sendiri ada dalam kondisi yang sama sulitnya karena kehilangan cukup banyak pasien.

Namun ia terus memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk menolong mereka yang ada dalam kesulitan. Justru ia merasa menemukan satu makna mengenai situasi yang ada. Ia mengungkapkan, “Sebenarnya ini waktunya untuk orang-orang yang Tuhan kasih kesempatan untuk berbagi.”

Hatinya seperti terbuka bahwa justru dengan kondisi yang dia temukan maka inilah waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan baginya untuk berbagi. Ia bertekad mengambil kesempatan ini.

Rejeki yang Saya Punya… Di Situ Ada Punya Orang Lain Juga yang Dititipin Tuhan

Saat Vinda mengalami masa vakum dimana tidak lagi bisa berkeliling melakukan therapy kepada pasien-pasiennya dan ia tidak bisa bekerja, Vinda akhirnya beralih ke berjualan berbagai kripik. Dimulai sejak masa sulit inilah prinsip hidup Vinda diperkuat dengan komitmennya bahwa di dalam setiap keuntungan yang dia peroleh maka semua hasil jualannya tidak diperuntukkan untuk dirinya, tetapi disisihkan untuk orang lain.

“Saya komit, bahwa hasil jualan itu saya merasa bukan hak saya. Semua, rejeki yang saya punya itu, saya ingat di situ ada punya orang lain juga yang dititipin Tuhan,“ tegasnya. Inilah yang terus dikumpulkan dan menjadi modal untuk berbagi.

Menjual Makanan Subsidi Seharga 5000 Rupiah

Kesempatan untuk berbagi akhirnya terwujud dan muncul ide untuk berbagi makanan. Vinda menemukan jalannya. Pada saat bulan puasa di awal pandemi di tahun 2020, Vinda membentuk sebuah tim untuk mengerjakannya. Seorang ibu pemilik warung makan yang telah tutup karena pandemi di area tempat kos dimintanya untuk membuatkan paket makanan seharga Rp.15,000,- tapi kemudian dijual kembali hanya dengan harga Rp.5,000,- Dengan tujuan ibu pemilik warung makan mendapatkan keuntungan dan mereka yang memerlukan makanan juga memperoleh makanan dengan harga sangat murah.

Bersama tim ia membuka satu counter penjualan makanan subsidi ini di salah satu tempat di wilayah Meruya, Jakarta Barat. Makanan subsidi ini diperuntukkan bagi para pengemudi gojek, penyapu jalanan, orang-orang gerobak, dan masyarakat yang memang memerlukannya.

Dengan memposting kegiatan ini di status WhatsApp, pasien-pasien Vinda mulai melihat apa yang sedang dilakukan Vinda dan ikut mengambil bagian memberikan donasi untuk menjual makanan subsidi ini. Alhasil dalam 1 bulan penuh ia bersama tim dapat menyiapkan sekitar 200 hingga 400 boks makanan setiap harinya.

Banner yang memberitahukan ada counter jualan makanan seharga Rp.5000,- (Foto: Koleksi Pribadi)

Berkomitmen Membagi Makanan Gratis

Counter tempat berbagi makanan gratis berupa sarapan gratis (Foto: Koleksi pribadi)

Aksi sosial Vinda tidak berhenti dengan menjual makanan subsidi. “Karena sudah terbiasa, hati Vinda, kalau tidak berbagi, rasanya sedih,” ungkapnya menceritakan komitmennya untuk terus berbagi.

Seorang temannya, petani madu, menitip Vinda menjualkan madu jualannya. “ Ada teman , dia petani madu, minta dijualin, ok saya jualin, Karena saya niat baik, pokoknya 20% dari penghasilan jualan itu hak Tuhan, tidak boleh saya makan, itu untuk orang-orang yang membutuhkan….” cerita Vinda mengungkapkan bagaimana ia selalu menyisihkan dana untuk tetap bisa berbagi.

Maka Vinda tidak berhenti membagikan makanan seharga Rp.15.000,- yang tetap dipesankan dari pemilik warung makan langganannya, juga mengerjakan dengan tim yang sama. Namun kali ini tidak lagi dijual, ia memberikannya gratis.

Dengan dana sendiri ia menyiapkan minimal 100 boks yang diberikan gratis kepada para pengemudi Ojol, tukang sapu jalanan, ataupun masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Sampai hari ini Vinda rutin membagikan makanan gratis ini 2 hingga 3 kali seminggu. Sesekali jika ada dana berlebih dari donatur, maka Vinda menyiapkan hingga 200 boks makanan.

Memberikan yang Terbaik

Vinda selalu memastikan bahwa makanan yang disiapkan tidak asal-asalan. “Kasih makan orang lain jangan asal, menunya juga tidak asal, tapi tetap harus yang benar-benar sehat, “pungkasnya.

Itu sebabnya ia memantau langsung mulai dari belanja hingga pengolahan saat dimasak, memastikan makanan benar-benar bersih dan dijamin tidak akan membuat sakit perut.

Vinda ikut menyiapkan makanan, mengisi lauk yang akan dibagikan (Foto: Koleksi Pribadi)
Tim yang membantu Vinda mempersiapkan boks makanan untuk dibagikan (Foto: Koleksi pribadi)

Tidak Cukup Satu Boks Makanan

Salah satu pengalaman berkesan bagi Vinda adalah suatu hari seorang tetangga yang adalah pengemudi Ojol menyampaikan bahwa diberikan 1 boks makanan hanya cukup untuk kedua anaknya. Akhirnya Vinda mencoba mengintip keluarga ini dan iba hatinya melihat anak-anak berebutan makanan yang diberikannya. Sejak saat itu Vinda menyediakan 3 boks makanan untuk keluarga ini setiap harinya.

Mendapat Mujizat Luar Biasa Dengan Berbagi

“Vinda dapat mujizat yang luar biasa dengan berbagi ini, “ akunya. Ia justru merasakan bahwa dengan berbagi maka Tuhan sendiri yang akan memelihara keluarga yang ia tinggalkan di Madura.

“Saya yakin, Vinda tetap berbagi bukan untuk diri Vinda. Saya yakin, keluarga di Madura, saya tinggalin anak-anak dan ibu saya, mereka juga tidak akan susah, Tuhan pelihara,” pungkasnya.

Ia juga menceritakan bagaimana ibunya yang divonis buta, tapi ketika dia pulang kampung dan membawa kembali ke dokter, ternyata mata kirinya masih bisa dioperasi dan disembuhkan. Ia melihat bahwa ia tidak perlu kuatir, Tuhan sungguh telah memelihara keluarganya.

Bersyukur dan Jangan Takut Berbagi

Ketika ditanyakan apa yang menjadi rencana dan harapannya ke depan, ia sampaikan keinginannya saat ini, “Pengen punya dapur untuk orang-orang yang benar-benar susah dan membutuhkan. Pengen membuka dapur, itu saja.”

Wawancara kami ditutup dengan beberapa prinsip hidup Vinda yang tentu bisa menjadi pelajaran bagi kita.

“Nomor satu itu kita bersyukur, meskipun kita berbagi tidak harus dengan berkelimpahan harta.. Jangan menunggu itu.”

“Kita berbagi itu di mana ada kesempatan, di situlah kita lakukan. Karena kita jangan lupa, rejeki yang kita punya itu bukan hak kita semua. Di situ ada untuk orang lain yang Tuhan titipkan.”

“Dan jangan takut berbagi. Karena itu akan membuat kita selalu sehat dan happy. Akan berbahagia selamanya. Berbagilah dan berbagilah…”

Membagikan boks makanan gratis kepada pengemudi Ojol dan masyarakat yang memerlukan (Foto: Koleksi Pribadi)

 

Membagikan makanan gratis kepada tukang becak (Foto: Koleksi pribadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here