COP 26 Glasgow: Indonesia – Korsel Perkuat Kerja Sama Bidang Infrastruktur

0
76
Ilustrasi, Pertemuan bilateral Indonesia - Korea Selatan di hari ke-3 Conference of the Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia, Rabu (3 Nov 2021). Foto: Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Economy & Business) Pada hari ketiga Conference of the Parties (COP) ke-26 yang berlangsung di Glasgow, Skotlandia, Rabu (3/11/2021), Indonesia dan Korea Selatan bertemu untu n memperkuat kerja sama di bidang infrastruktur.

Indonesia diwakili oelh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, sementara dari Korea Selatan diwakili oleh Menteri Lingkungan Han Jeoung-ae.

Kamis (4/11/2021), Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang telah terjalin antara kedua negara di bidang infrastruktur. Disampaikan pula bahwa, pertemuan bilateral kedua negara terakhir dilakukan Mei 2021 lalu. Pada pertemuan tersebut,  dibicarakan persiapan penyelenggaraan The 2nd Asia International Water Week (AIWW) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Semula direncanakan pada November 2021 ditunda menjadi Maret 2022 dilaksanakann secara hybrid (offline dan online) dengan tetap mempertimbangkan kondisi COVID-19 pandemi di dunia khususnya Indonesia.

“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Korea Selatan atas dukungannya untuk memperkuat kerja sama infrastruktur, termasuk ahli bendungan yang dirasakan sangat membantu. Kerjasama lainnya terkait pengembangan infrastruktur berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK/ICT), khususnya teknologi Advanced Hydrologic Measurement dan Pilot Project Smart Water Management Denpasar,” kata Menteri Basuki.

Dengan pemanfaatan TIK akan membantu untuk pengumpulan data hidrologi dan informasi air secara terkini untuk mewujudkan pengelolaan air yang berkelanjutan dan efisien. Saat ini dua kerja sama di bidang pemanfaataan TIK tersebut sedang dalam tahap persiapan untuk pelaksanaan.

Basuki juga menyampaikan rencananya untuk mengunjungi Korea Selatan pada akhir 2021 ini untuk melihat beberapa proyek smart city, di antaranya Smart Village di Eco Delta City, Songdo City dan Sejong City. “Saya tertarik untuk mempelajari bagaimana kota-kota baru itu dibangun dari awal, bagaimana konsep kota pintar dapat diimplementasikan,” ujarnya.

Kementerian PUPR terus mempelajari pengalaman Korea di atas antara lain untuk rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. “Saat ini Rancangan UU IKN sudah disampaikan Pemerintah ke DPR untuk dibahas lebih lanjut dan mendapatkan persetujuan,” tuturnya.

Disampaikan juga pada pertemuan tersebut, rencana pengembangan dan pemanfaatan bendungan untuk sumber energi terbarukan, seperti halnya pemanfaatan tenaga hidro dan pemasangan panel surya di bendungan untuk menghasilkan energi listrik.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani
Foto: Kementerian PUPR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here