Perusahaan Tekstil Indo-Rama (INDR): Bukukan Kenaikan Pendapatan Bersih 44.44 Persen

0
58

(Vibizmedia – IDX Stocks) – Perusahaan tekstil PT Indo-Rama Synthetics Tbk. (INDR) membukukan peningkatan kinerja pada kuartal III/2021.

Perusahaan milik orang terkaya ke-3 RI Sri Prakash Lohia ini membukukan peningkatan pendapatan bersih 44,44 persen menjadi US$638,6 juta di kuartal III/2021 atau setara Rp9,1 triliun (kurs Jisdor 3 November Rp14.301 per dolar AS), dari US$442,16 juta di kuartal III/2020.

Berdasarkan laporan keuangan INDR yang dikutip Kamis (4/11/2021), pendapatan ini disumbang oleh segmen pemintalan benang yang meningkat 47,6 persen menjadi US$474,6 juta, dari US$321,4 juta secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Segmen lain yang berkontribusi ke pertumbuhan pendapatan perseroan adalah polyester yang tumbuh 41,2 persen menjadi US$281,2 juta, dari US$199,1 juta yoy.

Selain itu, pendapatan dari segmen kain perseroan juga meningkat 48,37 persen dari US$16,6 juta, menjadi US$24,7 juta yoy.

Meningkatnya pendapatan Indorama juga turut mengerek beban pokok pendapatan INDR menjadi US$551,5 juta. Pos beban ini naik 31,3 persen dari US$420 juta secara tahunan.

Meski beban pokok pendapatan naik, perseroan tercatat masih mampu mencetak laba kotor sebesar US$87,1 juta, naik 294,5 persen dari US$22 juta secara yoy.

Dengan peningkatan kinerja tersebut, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk perseroan juga meningkat dari US$2,36 juta hingga akhir September 2020, menjadi US$54,5 juta di akhir September 2021.

Hingga sembilan bulan pertama 2021, jumlah aset perseroan tercatat naik menjadi US$847,3 juta, dari US$763,8 juta sepanjang 2020.

Jumlah liabilitas perseroan juga tercatat meningkat dari US$387,3 juta per Desember 2020, menjadi US$412,8 juta per September 2021.

Adapun jumlah ekuitas INDR juga naik menjadi US$434,4 juta di akhir September 2021, dari US$376,4 juta dari akhir 2020.

Untuk hari ini (Kamis, 04/11), harga saham INDR ditutup melonjak 1.15% atau 50 poin ke harga Rp4410 per lembar, dari harga penutupannya kemarin sore, di Rp4360 per lembar.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here