AKS-Produsen Gula Terbesar di Dubai Siap Investasi USD2 Miliar dalam Pengembangan Etanol

0
70
AKS-Produsen Gula Terbesar di Dubai Siap Investasi USD2 Miliar dalam Pengembangan Etanol (Foto: Kemkominfo)

(Vibizmedia – Economy & Business) Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang, Kartasasmita, dalam rangka menghadiri perhelatan Expo Dubai 2020, sempat mengadakan pertemuan dengan Al Khaleej Sugar Co., produsen terbesar gula di kawasan Timur Tengah dan lima besar dunia.

Managing Director Al Khaleej Sugar Co. (AKS) sekaligus Chairman Jamal A-Ghurair Group, Jamal Al-Ghurair, menyampaikan bahwa pihaknya berminat untuk berinvestasi di Indonesia.

“AKS akan berinvestasi pabrik gula terintegrasi di Indonesia. Selain memproduksi gula, AKS juga rencananya memproduki bioetanol dan listrik dari biomassa,” ungkap Menperin Agus Gumiwang melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (7/11).

Rencananya, AKS akan berinvestasi sebesar USD2 miliar atau sekitar Rp28,68 triliun dalam pengembangan etanol di Indonesia. Agus berharap penanaman modal perusahaan gula asal Dubai menjadi pengungkit industri gula nasional.

“AKS akan mengembangkan fabrikasi etanol dari gula. Etanol tersebut pun diharapkan dapat menjadi sumber bahan bakar alternatif,” ujarnya. Upaya ini sejalan dengan tren pengurangan emisi karbon, yang membuat sejumlah negara memutar otak untuk mencari sumber energi yang lebih bersih.

Selain sebagai bahan bakar, etanol gula dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap gula rafinasi.

“Kebutuhan gula nasional sekitar 6,7 juta ton. Terdapat beberapa cara untuk mengurangi impor gula, di antaranya dengan menyiapkan lahan perkebunan tebu dan mendorong proses transformasi digital. Kehadiran AKS di Indonesia, InsyaAllah dapat membantu memenuhi kebutuhan gula nasional,” imbuh Menperin.

Plt. Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa pihaknya akan memfasilitasi rencana investasi AKS. “Jika terwujud, investasi ini akan membantu pemenuhan kebutuhan gula nasional dan juga kebutuhan energi di Sulawesi dan kawasan Timur Indonesia,” terangnya.

Putu optimistis, investasi AKS di Indonesia akan dapat membantu pemenuhan gula dalam negeri, mendukung program substitusi impor, dan memproduksi energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Melalui teknologi industri 4.0 atau digitalisasi, akan terjadi efisiensi yang pada gilirannya akan memberi nilai tambah bagi produk-produk Indonesia, termasuk gula.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani
Foto:Kemkominfo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here