Review Mingguan Pasar Kopi, Gula, dan Kakao

0
151

(Vibizmedia – Commodity) – Pada penutupan pasar hari Jumat 5 Nopember harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika turun, curah hujan meningkat, hasil panen naik dan harga kopi Robusta turun, Harga gula naik karena menguatnya real Brazil dan harga kakao turun ke rendah 3 bulan.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun, likuidasi di kopi berjangka pada hari Jumat karena hasil kopi diperkirakan naik, curah hujan meningkat sehingga tanah jadi subur, membuat hasilnya naik di 2022/23. Curah hujan di Brazil, diatas rata-rata dari bulan September menguntungkan bagi tanaman sehingga diperkirakan panen kopi Arabika meningkat.

Harga gula naik pada penutupan pasar hari Jumat naik ke harga tertinggi 3 minggu. Naiknya harga minyak mentah lebih dari 3% pada hari Jumat menaikan harga gula. Menguatnya real Brazil ke kurs tertinggi 2 ½ minggu terhadap dolar.

Harga kakao pada penutupan pasar pada hari Jumat turun tajam di New York harga kakao turun ke harga 3 bulan. Harga kakao turun terbatas karena melemahnya GBP/USD ke kurs terendah 5 minggu, sehingga menaikkan harga kakao.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Desember di ICE New York turun $5.05 (2.42%) menjadi $206.40 dan harga kopi Robusta Januari turun 1.04%.

Faktor Penggerak Harga kopi :

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167. 011 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi global di 2020/21 akan menjadi surplus 2.39 juta kantong dari surplus 4.85 juta kantong di 2019/20 menurut ICO.
  • Laporan ICO pada 30 September bahwa total ekspor kopi global dari Oktober sampai Agustus naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 118.96 juta kantong.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Cecafe
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 8% menjadi jumlah terendah 12 tahun sebesar 30.7 juta kantong dari perkiraan Mei di 33.4 juta kantong turun 37% dari 48.8 juta kantong di 2020 menurut CONAB
  • Ekspor kopi yang belum dipanggang Colombia pada bulan Oktober naik 11% dari tahun lalu menjadi 189,000 MT menurut Brazil’s Trade Ministry
  • Ekspor Kopi Colombia di Bulan Oktober turun –6% dari tahun lalu menjadi 986,000 kantong. menurut The Colombia Coffee Growers Federation
  • Ekspor kopi Robusta di Brazil diperkirakan naik 4.5% dari tahun lalu menjadi 16.1 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 15.4 juta kantong menurut CONAB
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – September 2021 turun 5.4% dari tahun lalu menjadi 1.18 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS di bulan September turun 1,8% dari bulan lalu ke 6.022,923 juta kantong tapi masih turun 5.9% dari tahun lalu.
  • Ekspor kopi hijau di Brazil bulan September turun 29.6% dari tahun lalu menjadi 2.75 kantong

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $204, berikut ke $197 sedangkan resistant pertama di $ 215 dan berikut ke $ 218.

GULA
Harga gula Maret di ICE New York ditutup naik 31 sen (1.58%) menjadi $19.94 dan harga gula Desember di ICE London naik 0.18%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 0.18% dari tahun lalu menjadi 170.638 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit -3.829 MMT dari defisit -1.453 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 10.5% dari tahun lalu 36.9MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT di 2020/21 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2021/22 sebesar 31 MMT naik 13% dari perkiraan di 2020/21 sebesar 30.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Ekspor gula India di 2021/22 turun 15% dari tahun lalu menjadi 6 MMT dari 7.1 MMT di 2020/21 menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand diperkirakan naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT menurut the Thailand Sugar Millers Corp.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 19.50 an berikut ke $ 19.20 sedangkan resistant pertama di $ 20 dan berikut ke $ 20.20

KAKAO
Harga kakao Desember di ICE New York turun $43 (1.76%) menjadi $2,397 per ton dan harga kakao Desember di ICE London turun 0.66%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 5. 14 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 4% dari tahun lalu menjadi 4. 860 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 230,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 25 Oktober sampai 31 Oktober sebesar 95,358 MT, naik 7.6% di tahun lalu pada periode yang sama. Dari 1 –31 Oktober 372,229 MT turun –10.2% dari tahun lalu pada periode yang sama
  • The Ghana Cocoa Board pada hari Rabu 6 Oktober memperkirakan panen kakao Ghana di 2021/22 sebesar 950,000 MT turun 5.6% dari 1.06 MMT.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $ 2,330 dan berikut ke $2, 310 sedangkan resistant pertama di $2, 500 dan berikut ke $2,540

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here