Luhut: Penting, Kemandirian dan Ketahanan Industri Farmasi Dalam Negeri

0
83
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam Keterangan Pers mengenai Perkembangan PPKM Terkini, Senin (13/09/2021) malam, secara virtual. (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Kemenko Marves)

(Vibizmedia – Economy & Business) Sebuah negara harus memiliki kemandirian dan ketahanan industri farmasi secara nasional. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Sediaan Farmasi, Senin (08-11-2021).

“Forum ini, untuk kita semua mendorong reformasi sistem kesehatan, terutama dalam hal peningkatan nasional dalam bidang kesehatan, karena sudah kita alami betapa pahitnya kalau kemandirian kesehatan ini tidak ada, khususnya menghadapi covid-19 yang lalu,” kata Menko Luhut dalam sambutannya secara virtual.

Kondisinya, ketika pandemi Covid-19 menghantam dunia banyak negara yang melakukan restriksi ekspor obat, vaksin dan alat kesehatan. Kondisi ini menyulitkan Indonesia ketika itu dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama saat India dilanda Covid-19 varian Delta dan Tiongkok melaksanakan vaksinasi secara massif.

Karena itu, Indonesia harus membangun industri di dalam negeri untuk sektor kesehatan. “Kita tidak keteteran seperti yang kemarin dan pemerintah siap menjadi upstaker (pengganti) dari produksi di dalam negeri melalui program pengadaan. Produksi dalam negeri akan menjadi prioritas dan ini saya lihat berlaku di banyak negeri di dunia, mereka memprioritaskan produksi dalam negerinya,” jelas Luhut.

Guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan industri farmasi di dalam negeri itu, Menko Marves telah melakukan komunikasi hingga penjajakan serius dengan perusahan-perusahan farmasi mancangera, seperti Merck, Pfizer, dan Johnson & Johnson agar berinvestasi di Indonesia. Bahkan Menko Luhut sudah bertemu langsung di New York dan menyampaikan hal itu dan mendapatkan respons positif dari pihak perusahaan yang dimaksud.

Pemerintah juga akan mendorong skema insentif yang lebih baik untuk mendorong investasi di sektor farmasi, tidak hanya kepada perusahaan-perusahaan negara atau BUMN, namun juga mendorong private sektor. “Kami juga berencana memberikan insentif seperti tax holiday (pembebaan pajak) yang lebih menarik, kami juga menyiapkan kawasan industri untuk sektor industri farmasi, sehingga bisa terbentuk ekosistem produksi yang lebih baik,” ungkapnya.

Terkait hal ini Presiden Joko Widodo pun sudah memerintahkan dirinya bersama Menteri Kesehatan untuk sama-sama melakukan dan membawa industri obat-obat ke dalam negeri.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani
Foto: Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here