UNAIR Serahkan Bibit Vaksin Merah Putih Untuk Diproduksi

0
70
Vaksin Merah Putih diserahkan secara simbolis oleh Rektor Univesitas Airlangga Muhammad Nasih kepada Direktur PT Biotis, FX Sudirman di Aula Gedung Garuda Mukti, Gedung Rektorat UNAIR, Surabaya (Foto: Kemenkes)

(Vibizmedia – Nasional) Rilis Kemenkes menuliskan bahwa ada hari Selasa, 9 November 2021, Universitas Airlangga menyerahkan bibit Vaksin Merah Putih kepada PT. Biotis Pharmaceutical. Hal ini dilakukan secara simbolis oleh Rektor Univesitas Airlangga Muhammad Nasih kepada Direktur PT Biotis, FX Sudirman di Aula Gedung Garuda Mukti, Gedung Rektorat UNAIR, Surabaya.

Serah terima ini disaksikan oleh Menteri Kesehatan, Gubernur Jawa Timur, Ketua Majelis Wali Amanat, Wakil Rektor, dan seluruh Dekan Universitas Airlangga.

Penyerahan bibit vaksin ini menandai kerjasama antara Unair dan PT Biotis yang terpilih menjadi salah satu mitra untuk memproduksi vaksin Merah Putih.

Vaksin Anak Bangsa Sebagai Tonggak Sejarah

Menteri Kesehatan menyampaikan, “Saya ucapkan rasa bangga yang sangat tinggi kepada rekan-rekan di Universitas Airlangga yang telah mampu menghasilkan seed vaksin dalam negeri.”

Menkes menambahkan keberhasilan Univeritas Airlangga menemukan vaksin sendiri, merupakan tonggak sejarah dalam perkembangan sistem kesehatan Indonesia. 
Pihaknya ingin momentum baik ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana terutama fasilitas dan kompetensi pengembangan vaksin.

“Saya berharap Indonesia bisa menguasai teknologi, bukan hanya berbasis dari teknologi virus, bukan hanya berbasis teknologi protein rekombinan maupun asam nukleat,” kata Menkes.

Kalau Bisa Uji Klinisnya Mulai Tahun Ini

Vaksin Merah Putih merupakan vaksin yang dikembangkan oleh peneliti Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 di Indonesia. Di dalam prosesnya, pengembangan vaksin Merah Putih turut melibatkan berbagai institusi.

Universitas Airlangga adalah salah satu anggota konsorsium yang mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan platform inactivated virus.

Sama seperti vaksin COVID-19 lainnya. Sebelum digunakan, bibit Vaksin Merah Putih telah melalui uji praklinis tahap 1,2 dan 3 kepada hewan dengan hasil aman dan baik.

Selanjutnya, bibit vaksin akan mulai dilakukan uji klinis tahap 1 kepada 100 orang. Diteruskan dengan uji klinis tahap 2 yang direncanakan dilaksanakan pada Januari 2022 kepada 400 orang. Sedangkan uji klinis terakhir atau yang ketiga pada Februari 2022 kepada sekitar 1000 orang.

“Ini kan sudah lulus uji praklinis ke hewan, kalau bisa uji klinisnya mulai tahun ini, untuk mengukur keamanannya,” tutur Menkes.

Dipersiapkan Menjadi Vaksin Bagi Anak-anak

Tak hanya memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri, Menkes berharap bibit vaksin Merah Putih ini nantinya bisa dikembangkan untuk memberikan vaksin booster dan vaksin bagi anak-anak usia 5-12 tahun.

“Karena saat ini baru ada satu vaksin yang bisa digunakan untuk anak usia 5-12 tahun. Padahal ada 30 juta anak-anak di Indonesia yang menjadi sasaran penerima vaksin COVID-19,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here