Presiden Joko Widodo Lantik Suharyanto sebagai Kepala BNPB Gantikan Ganip Warsito

0
112
Presiden Joko Widodo melantik Suharyanto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 17 November 2021. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo melantik Suharyanto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 17 November 2021. Pelantikan Kepala BNPB digelar berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 140/P Tahun 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Turut mendampingi Presiden dalam pelantikan tersebut yakni Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta Wury Ma’ruf Amin. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengambil sumpah jabatan Kepala BNPB tersebut yang dilantik hari ini.

“Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” demikian Presiden mendiktekan sumpah jabatannya.

Selanjutnya, Suharyanto akan menjalankan tugas sebagai Kepala BNPB menggantikan Ganip Warsito yang akan memasuki masa purnabakti.

Untuk diketahui, Suharyanto merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1989. Sebelum dilantik sebagai Kepala BNPB, beliau menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya.

Suharyanto yang lahir di Cimahi, 8 September 1967, juga tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden Kementerian Sekretariat Negara pada 2019-2020.

Dalam keterangannya selepas pelantikan, Suharyanto mengatakan bahwa beliau akan melanjutkan program kerja yang telah dicapai oleh Kepala BNPB sebelumnya. Ke depan, program kerja yang akan ditonjolkan yaitu pada kehadiran BNPB di tengah masyarakat dalam tahap penanggulangan bencana.

“Mulai dari meningkatkan kesadaran, edukasi, mitigasi, kemudian harus hadir pada saat terjadinya bencana, tanggap darurat sehingga masyarakat yang terdampak bencana ini dapat dipastikan tidak terlalu menanggung akibat dampak bencana,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here