Presiden Lantik 12 Dubes LBBP RI untuk Negara Sahabat

0
113
Presiden Joko Widodo melantik 12 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk sejumlah negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 17 November 2021. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo melantik 12 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (dubes LBBP) untuk sejumlah negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 17 November 2021.

Pengangkatan para dubes LBBP RI ini tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 139/P Tahun 2021 tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengambil sumpah bagi para dubes yang dilantik pada hari ini.

“Saya bersumpah/berjanji bahwa saya untuk diangkat menjadi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden Joko Widodo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada para duta besar.

Adapun kedua belas nama dubes LBBP RI tersebut ialah:

1. Muhammad Prakosa, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Italia, merangkap Republik Malta, Republik San Marino, Republik Siprus, Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund and Agriculture Development (IFAD), World Food Programme (WFP), dan International Institute for the Unification of Private Law (UNIDROIT), berkedudukan di Roma;

2. Ghafur Akbar Dharmaputra, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Ukraina, merangkap Republik Armenia dan Georgia, berkedudukan di Kyiv;

3. Suwartini Wirta, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Kroasia, berkedudukan di Zagreb;

4. Rudy Alfonso, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Portugal, berkedudukan di Lisabon;

5. Anita Lidya Luhulima, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Polandia, berkedudukan di Warsawa;

6. Zuhairi Misrawi, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Tunisia, berkedudukan di Tunis;

7. Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik India, merangkap Kerajaan Bhutan,
berkedudukan di New Delhi;

8. R. Heru Hartanto Subolo, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Rakyat Bangladesh, merangkap Republik Demokratik Nepal, berkedudukan di Dhaka;

9. Daniel Tumpal Sumurung Simanjuntak, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kanada, merangkap International Civil Aviation Organization (ICAO), berkedudukan di Ottawa;

10. Damos Dumoli Agusman, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Austria, merangkap Slovenia dan United Nations Office at Vienna (UNOV) yang terdiri atas United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Commission on International Trade Law (UNCITRAL), United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), International Atomic Energy Agency (IAEA), Preparatory Commission for the Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization (CTBTO), OPEC Fund for International Development (OFID), dan International AntiCorruption Academy (IACA), berkedudukan di Wina;

11. Gandi Sulistiyanto Soeherman, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Korea, berkedudukan di Seoul; dan

12. Tri Yogo Jatmiko, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Persatuan Tanzania merangkap Republik Burundi dan Republik Rwanda, berkedudukan di Dar Es Salaam.

Acara pelantikan tersebut digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para duta besar yang dilantik tersebut sebelumnya juga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan yang diperlukan.

Acara pelantikan kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Joko Widodo beserta Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta Wury Ma’ruf Amin untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan terbatas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here