Industri Agro Berkontribusi 51 Persen pada Pertumbuhan Industri Pengolahan Non Migas

0
100
Ilustrasi industri agro. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia – Economy & Business) Sektor industri agro memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional. Hal ini disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, pada acara Gathering Forum Wartawan Industri (Forwin) di Bandung, Kamis (18/11/2021).

“Pada kuartal III-2021, sektor industri agro berperan terhadap pertumbuhan nasional sebesar 8,86 persen atau berkontribusi 51,16 persen terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas,” kata Putu Juli.

Industri makanan dan minuman sebagai subsektor industri agro memberikan kontribusi sebesar 38,91 persen terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas. Kontribusi lainnya berasal dari industri pengolahan tembakau sebesar 4,46 persen, industri kertas dan barang dari kertas sebesar 3,78 persen, industri kayu dan barang dari kayu sebesar 2,62 persen, serta industri furnitur sebesar 1,40 persen.

Sektor industri agro juga berperan penting dalam memberikan kontribusi terhadap capaian nilai ekspor industri pengolahan nonmigas dengan sumbangsihnya sebesar 36,73 persen. Selain itu, berkontribusi sebesar 28,54 persen terhadap total ekspor nasional pada Januari-September tahun 2021.

“Hal ini tentu tidak terlepas dari dukungan dari sektor-sektor hulu, yaitu sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan yang tidak kalah penting, sektor peternakan sehingga capaian-capaian tersebut dapat diraih,” imbuhnya.

Putu menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan amanah nota Perjanjian Kerja Sama antara Kemenperin dengan Kementerian Pertanian, yang bertujuan untuk menyinergikan tugas dan fungsi kedua lembaga tersebut dalam upaya mendukung pembangunan serta pengembangan industri agro ke depan.

“Ruang lingkup kesepakatan bersama tersebut meliputi peningkatan produksi, peningkatan mutu, nilai tambah, dan daya saing produk pertanian sebagai bahan baku industri, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), peningkatan jejaring kemitraan usaha pertanian dengan industri, pertukaran data dan informasi, sinergi regulasi dan standar dalam pengembangan, serta pembangunan agribisnis dan agroindustry,” terang Putu.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here