Kementerian ESDM Tingkatan Kapasitas Pembangkit Listrik Berbasis Energi Bersih

0
97
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Oelpuah. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia – Economy Business) Angka rasio elektrifikasi di Indonesia tercatat telah mencapai 99,40 persen pada triwulan III 2021. Ini terjadi melalui penanambahan kapasitas pembangkit energi bersih sebesar 386 megawatt (MW) sepanjang Januari hingga September 2021.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga terus mendorong pemerataan akses listrik ramah lingkungan kepada seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi bersih.

“Kami targetkan seluruh wilayah dan rumah tangga di Indonesia akan terlistriki 100 persen pada tahun depan,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Sabtu (20/11/2021).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, rasio elektrifikasi di bawah 90% saat ini hanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara, rasio elektrifikasi yang sudah mencapai 100% adalah di Provinsi Bali.

Kegiatan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang sejalan dengan peningkatan mutu pelayanan. Target pemerintah, bisa menambah kapasitas pembangkit energi bersih mencapai 20.923 MW hingga tahun 2030.

Dia menyoroti tambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan dalam sembilan bulan terakhir sebesar 386 MW. Salah satu faktor pendorong pertumbuhan pembangkit energi bersih itu berupa tenaga surya dan air.

Agung menjelaskan pihaknya tengah fokus mendorong pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), salah satunya melalui PLTS atap. Tambahan 386 MW energi bersih ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Peaker 2nd Expansion sebesar 130 MW, 12unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) 71,26 MW, dua unit pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) 55 MW, pembangkit listrik tenaga bioenergi 19,5 MW, dan PLTS atap 17,88 MW.

Melalui grafik pertumbuhan itu pemerintah optimis bisa mencapai target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah adalah dengan meningkatkan porsi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN 2021-2030 yang lebih hijau, yaitu 51,6 persen.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here