PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL): Hari Ini Emiten ke-41, IPO Terbesar 2021

0
219

(Vibizmedia – IDX Stocks) – Emiten telekomunikasi anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/MTEL) hari ini akan mencatatkan saham perdananya (listing) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) yang digadang-gadang sebagai aksi IPO terbesar tahun ini.

Pada hari ini, Senin, 22 November 2021, jam perdagangan Bursa Efek Indonesia dibuka oleh PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) dalam rangka pencatatan saham MTEL di papan utama BEI.

MTEL menjadi perusahaan tercatat ke-41 yang tercatat di BEI pada tahun 2021. MTEL bergerak pada sektor Infrastructures dengan sub sektor Telecommunication.

Adapun Industri dan sub industri dari MTEL adalah Wireless Telecommunication Services. Harga penawaran MTEL adalah senilai Rp800,- per lembar saham dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 83.515.452.844 lembar saham, sehingga kapitalisasi pasarnya adalah senilai Rp66.812.362.275.200,-.

Dengan penetapan harga penawaran saham perdana alias IPO sebesar Rp800 /saham. Maka perseroan berpotensi meraup dana segar Rp20,43 triliun (US$1,3 miliar).

Dengan demikian, dengan melepas 25.540.000.000 saham atau sebanyak-banyaknya 29,85% dari modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan setelah penawaran umum, maka perusahaan akan mendapatkan dana senilai Rp20,43 triliun.

Lembaga sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA) dan beberapa investor institusi berminat menjadi investor di penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Dayamitra Telekomunikasi Indonesia (Mitratel/ MTEL).
Wakil menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan kepada media bahwa INA bersama mitra investor globalnya akan menyuntikkan dana sekitar Rp7,1-Rp11,4 triliun dan menjadi anchor investor MTEL. Anchor investor adalah investor besar yang mampu menarik partisipasi investor lainnya.

Berdasarkan prospektus, MTEL berencana melepas saham IPO di harga Rp775 – Rp975 per lembar, yang artinya, MTEL berpotensi meraup dana sekitar Rp19,8-Rp24,9 triliun. Jumlah ini akan menjadi rekor raihan dana IPO terbesar di pasar modal Indonesia.

Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan bahwa INA dan mitra investor akan masuk di fase penawaran awal (bookbuilding) dan kemungkinan dengan sistem lockup (tidak dapat dijual dalam beberapa waktu ke depan). Hal ini tentu akan memberikan prospek cerah bagi perkembangan saham MTEL pasca pencatatan.

Jika INA berinvestasi sebesar Rp11,4 triliun, dan pendanaan yang diperoleh MTEL adalah Rp24,9 triliun, maka INA akan memiliki sekitar 13,7% dari total saham MTEL. Masuknya INA sebagai anchor tenant dan dengan skema lockup berpotensi mencegah saham MTEL mengalami volatilitas berlebih pasca-IPO.

Sekitar 90% dana yang terhimpun dari IPO akan digunakan untuk belanja modal. Perinciannya sekitar 44% untuk belanja modal organik dan 56% untuk belanja modal anorganik.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here