OJK: Total Penghimpunan Dana di Pasar Modal Indonesia Capai Rp312,4 Triliun, Melonjak 300,7 Persen

0
67

(Vibizmedia – IDX Stocks) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total penghimpunan dana di pasar modal hingga 22 November 2021 mencapai Rp 312,4 triliun atau melonjak 300,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menjelaskan, meningkatnya penghimpunan dana tersebut karena dipengaruhi oleh banyaknya emiten yang melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Hingga 22 November 2021, OJK mencatat sudah ada 43 emiten yang mencatatkan sahamnya di BEI. “Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia masih baik,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (24/11).

Peningkatan penghimpunan dana ini, lanjut Anto juga ditopang kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mulai pulih. Hal ini terungkap dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) periode November 2021 yang melihat aktivitas perekonomian global semakin pulih.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati tren kenaikan kasus positif Covid-19 di kawasan Eropa, sehingga beberapa negara di kawasan itu kembali mengetatkan pembatasan mobilitas. Selain itu, pelaku pasar juga perlu mencermati dampak tapering off yang dilakukan oleh The Fed dan rencana normalisasi kebijakan ekonomi dan moneter di beberapa negara ekonomi utama dunia seiring kenaikan inflasi yang persisten.

Sampai akhir September 2021, indikator perekonomian domestik terus menunjukkan pemulihan. Di tengah kenaikan kasus Covid-19 akibat penyebaran varian Delta, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 tetap terjaga positif, yang ditopang oleh kinerja sektor eksternal yang kuat dan pertumbuhan investasi yang relatif tinggi.

Meskipun The Fed telah melakukan tapering off pada November 2021, namun pasar saham Indonesia dan pasar surat berharga negara (SBN) masih dapat menguat serta menjadi salah satu pasar keuangan dengan kinerja terbaik di emerging markets. Indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada 19 November 2021 di level 6.720 atau naik 2% secara month to date (mtd) dan 12,4% year to date (ytd).

Sementara itu, di pasar SBN, hingga 19 November 2021 investor asing mencatat arus modal yang keluar sebesar Rp 24,1 triliun dengan rerata yield menguat 7,3 bps yang sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk tidak akan melakukan bond issuance hingga akhir tahun 2021.

Untuk mendukung pertumbuhan pasar modal, OJK akan terus melakukan inovasi. Salah satunya adalah security crowdfunding, yaitu adalah platform digital di pasar modal untuk milenial. Platform ini akan digunakan bagi milenial dalam menjalin kontrak dengan pemerintah ketika membutuhkan modal usaha. Adapun jaraknya bisa 6 bulan atau 1 tahun, namun jumlahnya tidak melebihi Rp 10 miliar.

Sebagai informasi, per 16 November 2021 sudah ada 7 penyelenggara dan 188 penerbit yang melakukan penghimpunan dana melalui security crowdfunding senilai Rp 376,87 miliar.

Di samping itu, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, OJK juga menerapkan berbagai langkah di bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan UMKM ternyata banyak ruang yang bisa dioptimalkan, masih banyak lahan yang belum tergarap di daerah terpencil dan juga banyak masyarakat yang perlu dioptimalkan. Karenanya, program UMKM secara cluster ini menjadi prioritas dan bahkan bisa diberikan kredit usaha rakyat (KUR) yang merupakan strategi OJK untuk pertumbuhan yang lebih luas ke depannya.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here