Lebih Ketat Untuk Varian Omicron Dengan Gejala Ringan

0
41
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Kepada Telegraph Angelique Coetzee, Dokter Afrika Selatan penemu virus Covid-19 varian Omicron menyatakan Covid-19 varian Omicron bukan penyakit berat, gejalanya nyeri otot dan kelelahan selama satu dua hari kurang enak badan. Angelique Coetzee saat ini mengepalai Asosiasi Medis Afrika Selatan (SAMA). Memang Covid-19 varian Omicron gejalanya tidak biasa tetapi ringan untuk orang yang sehat. Namun Angelique Coetzee mengingatkan Covid-19 varian Omicron bisa membawa komplikasi untuk orang tanpa vaksin dan orang tua.

Angelique Coetzee juga mendeteksi pasien yang terkena Covid-19 varian Omicron tidak mengalami gejala seperti varian lain, misalnya pasien akan tetap normal dengan indera perasa dan indera penciuman. Mungkin mereka hanya mengalami sedikit batuk, kebanyakan yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron tidak dirawat di rumah sakit cukup di rumah saja. Angelique Coetzee juga menyampaikan semua pasiennya sehat, ada kondisi seorang anak perempuan usia 6 tahun yang kena Covid-19 varian Omicron, Suhunya tinggi dan denyut nadinya tinggi. Namun dalam dua hari sudah sehat kembali.

Meskipun Covid-19 varian Omicron terbilang ringan namun banyak negara yang melakukan tindakan yang keras terhadap varian ini. Britania Raya misalnya, menetapkan 10 hari karantina untuk warga negara Britania Raya yang datang dari Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Zimbabwe, dan Namibia,Angola, Mozambik, Malawi dan Zambia. Kontak erat dengan penderita kasus Omicron wajib isolasi mandiri selama 10 hari.

Singapura Melarang masuk dan transit dengan riwayat perjalanan dari Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe dalam 14 hari, kecuali warga negara Singapura yang perlu melakukan karantina 10 hari. Jepang melakukan 10 hari karantina bagi semua pelaku perjalanan dari Botswana, Eswatini, Lesotho, Namibia, Afrika Selatan, Zimbabwe, Mozambik, Malawi, dan Zambia.Tes dilakukan pada hari ke-3,6, dan 10.

Indonesia juga menerapkan karantina 10 hari bagi WNA dan WNI yang datang ke Tanah Air. Pengetatan terjadi juga bagi WNI yang memiliki riwayat dari Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe dalam 14 hari, maka wajib karantina selama 14 hari.

Dampak pengetatan tentu terjadi pada bisnis pariwisata khususnya yang membuat wisatawan menjadi enggak berkunjung karena lamanya karantina. Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan akan melakukan peninjauan sesuai pemantauan dari waktu ke waktu. Mengingat ringannya infeksi virus Covid-19 varian Omicron tentu diharapkan segera dihilangkan pengetatan ini untuk kemajuan wisata Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here