Dampak Regulasi Baru: Antrian Panjang Kedatangan Internasional Karena Lamanya Waktu Pengurusan

0
158
Bandara Soetta Terminal 3 Kedatangan (Foto: Michelle Simalango/ Kontributor VM)

(Vibizmedia – Economy Business) Beberapa waktu yang lalu pemerintah mengeluarkan regulasi baru tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19. Regulasi ini bersumber pada Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021. Regulasi ini telah menetapkan 11 negara menjadi terbatas masuk ke Indonesia. Negara tersebut yakni Afrika Selatan, Lesotho, Eswatini, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Zambia, Angola, dan Hongkong. Alasannya adalah transmisi varian Omicron ditemukan di negara-negara ini.

Rapat Koordinasi Kemenkes 28 November 2021 menyampaikan perkembangan penanganan pandemi menghadapi Omicron. Omicron mengkombinasi mutasi yang sebelumnya dimiliki oleh Variants of Concern (VOCs) lain. Peningkatan transmisi penularan, penurunan kemampuan netralisasi antibodi. Namun tidak ada bukti dalam peningkatan keparahan, terutama pada individu yang telah divaksin. Tingkat keparahan informasi dari Afrika Selatan menunjukkan tidak ada perbedaan gejala dan mirip dengan varian lain. Beberapa individu diketahui tidak bergejala. Transmisi penularan kemungkinan lebih cepat menular dibanding varian delta dan re-infeksi. Escape immunity , beberapa mutasi di protein spike menunjukkan efek yang signifikan terhadap penurunan kemampuan antibodi dalam menetralisasi virus. Efek resistensi terhadap vaksinasi belum diketahui. Varian Omicron dilaporkan ke WHO pertama kali pada 24 November 2021 oleh Afrika Selatan. Kasus konfirmasi tersebut merupakan spesimen yang diambil pada 9 November 2021. Sehingga besar kemungkinan sudah terjadi transmisi komunitas.

Jadi mereka yang melakukan perjalanan Internasional yang dalam 14 hari baru telah mengunjungi 11 negara itu, ditolak masuk ke Indonesia. Untuk itu WNA akan diperiksa passport mereka, apakah ada riwayat perjalanan ke 11 negara itu dalam 14 hari terakhir. WNI maupun WNA juga tetap harus di swab PCR begitu mendarat di Bandara Internasional Soetta.

Sebelum ini, banyak WNI pelaku perjalanan luar negeri mengeluhkan lamanya semua proses sejak kedatangan hingga masuk hotel karantina. Selain itu proses kedatangan LN mengabaikan jaga jarak karena kerumunan yang padat.

Vibizmedia melakukan wawancara kepada beberapa WNI, dan ditemukan proses di kedatangan Internasional membuat tidak lagi memenuhi physical distancing sebagai bagian dari protokol kesehatan. Saat tiba Jakarta diharuskan antri di empat checkpoint, semua diminta duduk dan menunggu.

Checkpoint 1, pemeriksaan Aplikasi PeduliLindungi dan dokumen. “Saya tunjukin Applikasi PeduliLindungi gak bisa di akses,” Petugas menjawab: “Memang begitu ibu, banyak yang sampaikan begitu makanya kita check dokumen” Di tahap ini diperlukan waktu sekitar 1 jam.

Checkpoint 2, melakukan menginput data dan mengantri untuk melakukan PCR , diperlukan waktu satu jam.

Checkpoint 3, pemeriksaan di bagian Imigrasi, tidak dipisah antara karantina wisma (khusus TKW) dan hotel (mandiri). Waktu yang diperlukan tergantung antrian.

Checkpoint 4, mengambil bagasi, dimudahkan mungkin karena fokus PCR dan karantina dan harus menunggu diluar. Namun karena ramai jadi tidak lagi memenuhi physical distancing. Di sini menunggu hampir 2 jam.

Setelah itu masih mengantri menunggu hasil PCR, satu jam kemudian hasil PCR keluar dan berjalan menuju parkiran, yang polusi dengan  asap mobil juga rokok. Menunggu antrian mobil hotel sekitar 30 menit. Proses ini berlangsung antara tiga sampai empat jam yang menimbulkan antrian dan tidak adanya physical distancing lagi.

Senin 29 November 2021 juga terjadi antrian dari WNA yang baru datang di Kedatangan Internasional. Mereka menggunakan masker namun lamanya proses membuat panjangnya antrian yang membuat antrian dan kerumunan tanpa menjaga jarak sebagai bagian dari protokol kesehatan. Kondisi ini memerlukan perhatian dari pihak berwenang untuk memperhatikan dampak regulasi yang diterapkan agak tetap sehat dan aman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here