Desa Wisata Nglanggeran – DIY, Raih Gelar Best Tourism Village dari UNWTO

0
194
Desa-Wisata-Nglanggeran-Raih-Gelar-UNWTO-Best-Tourism-Village (Foto: Kemenparekraf)

(Vibizmedia – Industry) Indonesia mendapat penghargaan dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNWTO. Penghargaan yang diberikan adalah kategori Best Tourism Village 2021, untuk Desa Wisata Nglanggeran, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pada Sidang Umum UNWTO ke-24 di Madrid, Spanyol, Kamis (02/12/2021) waktu setempat, penghargaan ini dianugerahkan kepada Desa Wisata Nglanggeran pada seremoni UNWTO Best Tourism Villages yang dilaksanakan dalam rangkaian program “Thematic Session”.

Desa Nglanggeran ini berlokasi di Kabupaten Gunung Kidul. Untuk mendapatkan penghargaan tersebut, desa ini bersaing dengan 44 desa wisata lainnya dari 32 negara di dunia.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraft) mengapresiasi penghargaan yang diraih oleh Desa Wisata Nglanggeran, yang menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Masyarakat desa yang manunggal dengan pemerintah daerah, pengelola, mendorong pariwisata menjadi salah satu penggerak pembangunan desa. Ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam rangka memaksimalkan kontribusi desa wisata, lapangan kerja, dan mengurangi kesenjangan di pedesaan.

Penghargaan terhadap Desa Wisata Nglanggeran diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi Indonesia khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebelumnya, pada 2017, desa ini dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik ASEAN tahun 2017.

Sebagai informasi, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, mengatakan, ada sembilan kriteria penilaian dalam penentuan 44 desa wisata ini sebagai UNWTO Best Tourism Village. Yaitu sumber daya alam dan budaya; promosi dan konservasi sumber daya budaya; keberlanjutan ekonomi; keberlanjutan sosial; keberlanjutan lingkungan; potensi dan pengembangan pariwisata serta integrasi rantai nilai; tata kelola dan prioritas pariwisata; infrastruktur dan konektivitas; serta kesehatan, keselamatan dan keamanan.

“Pengelolaan berkelanjutan melalui peran aktif dan inovasi yang dilakukan pengelola, keberlanjutan sosial ekonomi yang ditunjukkan melalui rantai nilai manfaat ekonomi bagi masyarakat, keberlanjutan budaya, serta lingkungan melalui upaya pengelolaan dan konservasi aset alam dan budaya,” ujar Vinsensius Jemadu.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) UNWTO, Zurab Pololikashvili, mengatakan, inisiatif atau penghargaan ini adalah bentuk pengakuan terhadap desa-desa yang berkomitmen untuk menjadikan pariwsata sebagai pendorong yang kuat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pariwisata dapat menjadi pendorong kohesi sosial dan inclusivity dengan mempromosikan distribusi manfaat yang lebih adil di seluruh wilayah sekaligus memberdayakan masyarakat lokal,” kata Zurab Pololikashvili.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani
Foto: Kemenparekraf

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here